Pada satu momen, Drake membaca sebuah poster yang bertuliskan, “Adonis for President,” yang merujuk pada putranya yang berusia tujuh tahun. Sebagai bentuk apresiasi, ia langsung memberikan hadiah sebesar $25.000 (sekitar Rp 390 juta) untuk keluarga penggemar tersebut. Lalu, ia beralih kepada penonton lain yang memegang poster bertuliskan “Cium aku, ini hari ulang tahunku.”
Meskipun bercanda soal ciuman, Drake tetap memberikan $20.000 (sekitar Rp 310 juta) dan berjanji akan mentraktir makan malam ulang tahun untuk penggemar tersebut dan teman-temannya. Bahkan, ia menawarkan tiket untuk konser berikutnya kepada mereka.
Di tengah konser yang penuh energi itu, Drake juga meluangkan waktu untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para penggemarnya. Ia menyebutkan betapa tersentuhnya dia bahwa penggemar tetap datang meski harus mengeluarkan uang dari hasil jerih payah mereka. “Saya sangat menghargai Anda. Saya tidak akan berarti apa-apa tanpa Anda,” kata Drake penuh tulus.
Sementara itu, di tempat yang jauh, Kendrick Lamar tampil di acara paruh waktu Super Bowl di New Orleans, yang juga dimeriahkan oleh berbagai bintang, seperti SZA, Samuel L. Jackson, dan Serena Williams.
Namun, yang mencuri perhatian adalah lagu-lagu yang dibawakan Lamar, termasuk ‘Not Like Us,’ yang di dalamnya terdapat lirik yang dianggap mengkritik Drake secara tajam. Dalam sebuah bagian dari lagu tersebut, Lamar menyebutkan album Drake yang kontroversial, “Certified Lover Boy,” sambil menyebutnya dengan julukan “Certified pedophile.”
Walaupun demikian, dalam penampilannya, Lamar akhirnya mengubah lirik tersebut, menghilangkan kata “pedophile” serta beberapa kata lain yang berpotensi kontroversial. Perubahan ini menambah spekulasi apakah Lamar sengaja menghindari eskalasi ketegangan dengan Drake.
Tak lama setelah itu, Drake menanggapi situasi ini dengan menggugat Universal Music Group (UMG), yang juga mewakili Lamar, atas pencemaran nama baik. Meskipun Lamar tidak disebutkan dalam gugatan tersebut, klaim yang diajukan Drake terkait dengan lirik dalam lagu ‘Not Like Us,’ yang menganggap bahwa Universal memanfaatkan tuduhan palsu untuk meraih keuntungan.
Gugatan tersebut menyebutkan bahwa Universal sengaja merilis kampanye dan lagu yang dapat merusak reputasi Drake dengan tuduhan pedofilia, meski mereka tahu hal itu tidak benar. Pihak Universal, yang terkejut dengan klaim tersebut, menanggapi dengan keras, menegaskan bahwa mereka telah berinvestasi besar dalam karier Drake dan berkomitmen untuk menjaga reputasi semua artis yang mereka wakili.
Peristiwa ini menunjukkan ketegangan yang semakin memuncak antara dua raksasa rap ini, yang sepertinya akan terus menjadi topik hangat di dunia hiburan.
@len_ovo_lincoln Drake gave 25K to two fans in Melbourne Anitamaxwynn🦉😎🍾🌹 #melbourne #anitamaxwynn #drake #ovo #octobersveryown ♬ original sound – len_ovo_lincoln