CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Setelah seharian aktif mengeluarkan unek-unek kontroversial di platform X (yang dulunya Twitter), Kanye West akhirnya mengalihkan fokusnya dengan merilis album terbaru bertajuk “Bully” melalui cara yang tak biasa—sebuah film dengan sentuhan visual dari legenda industri musik, Hype Williams.
Pada unggahan pertamanya, Ye (sapaan akrab Kanye) membagikan tautan film yang diiringi soundtrack album “Bully” sembari mengaku terus terang bahwa karya tersebut “belum rampung dan setengah vokalnya dibuat dengan AI.” Meski demikian, ia ingin mendapatkan tanggapan langsung dari para penggemar tentang apa yang mereka sukai.
Tak lama kemudian, ia kembali membagikan tiga versi berbeda dari film tersebut “versi pemutaran”, “versi pasca-Hype”, dan versi lainnya dengan penyuntingan berbeda.
Yang menarik, film ini menampilkan putra Kanye, Saint West, sebagai bintang utama. Bocah tersebut digambarkan berada di ring gulat selama 30 menit, lengkap dengan palu di tangan untuk melawan sejumlah pegulat profesional. Para pegulat dari New Japan Pro-Wrestling seperti YOH, Toru Yano, Tiger Mask, dan El Desperado turut ambil bagian dalam proyek unik ini.
Dari segi musik, album “Bully” menonjolkan gaya khas Kanye dengan sentuhan sampel musik soul, termasuk penggunaan ‘Huit Octobre 1971’ dari Cortex dan ‘You Can’t Hurry Love”‘yang dipopulerkan oleh grup legendaris The Supremes.
Pendekatan tidak konvensional ini menambah daftar panjang inovasi Kanye dalam cara mendistribusikan musik, menyatukan elemen visual, olahraga gulat, dan keterlibatan keluarga dalam satu paket kreatif yang mengejutkan.