CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Sony Music mengajukan gugatan besar terhadap University of Southern California (USC), menuntut lebih dari $25 juta (sekitar Rp400 miliar) akibat penggunaan tidak sah lebih dari 170 lagu di lebih dari 250 video media sosial yang mempromosikan program olahraga universitas tersebut.
Dalam gugatan yang diajukan pada Selasa (11 Maret) di pengadilan federal New York, Sony mengklaim USC telah secara ilegal menggunakan karya-karya dari artis ternama termasuk Beyoncé, Michael Jackson, AC/DC, Britney Spears, Harry Styles, SZA, Mariah Carey, OutKast, Pink Floyd, dan Travis Scott tanpa mendapatkan lisensi yang diperlukan.
“USC memiliki salah satu program olahraga perguruan tinggi paling menguntungkan di dunia, menghasilkan pendapatan lebih dari $200 juta (sekitar Rp3,2 triliun) per tahun,” kata pengacara Sony dalam gugatan tersebut. Mereka menambahkan bahwa meskipun telah diberitahu berulang kali tentang pelanggaran ini sejak Juni 2021, USC terus mengunggah konten yang melanggar hak cipta.
Sony menuntut ganti rugi hukum sebesar $150.000 (sekitar Rp2,4 miliar) untuk setiap lagu yang digunakan tanpa izin, yang bisa mendorong total klaim ganti rugi melebihi $25 juta (sekitar Rp400 miliar) tergantung pada kerugian aktual yang dapat dibuktikan.
Ironisnya, pedoman media sosial USC sendiri secara eksplisit memperingatkan tentang penggunaan musik berhak cipta tanpa lisensi, namun universitas tersebut tampaknya mengabaikan aturan mereka sendiri.
Menanggapi gugatan ini, juru bicara USC menyatakan: “USC menghormati hak kekayaan intelektual orang lain dan akan menanggapi tuduhan ini di pengadilan.”
Kasus ini menjadi bagian dari gelombang tuntutan hukum terhadap merek dan organisasi yang menggunakan musik berlisensi di platform media sosial untuk tujuan komersial tanpa mengamankan lisensi “sinkronisasi” yang diperlukan. Kasus serupa sebelumnya telah diajukan terhadap Bang Energy, Marriott, beberapa tim NBA, dan jaringan restoran Chili’s.