CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Pengacara Drake, Michael J. Gottlieb, tak tinggal diam dan membalas tuduhan Universal Music Group (UMG) dengan pernyataan keras.
Menurutnya, UMG sengaja mengalihkan persoalan ke arah “perang rap” untuk mengelabui pemegang saham, artis, dan publik dari fakta yang sebenarnya bahwa perusahaan rekaman raksasa ini harus bertanggung jawab atas keuntungan yang mereka rauk dari penyebaran informasi berbahaya yang telah memicu berbagai insiden kekerasan.
Tak mau kalah, UMG langsung mengambil langkah hukum dengan mengajukan mosi pembatalan pada 17 Maret lalu terhadap gugatan Drake. Menurut Billboard, UMG menyebut gugatan sang rapper Kanada ini sebagai tindakan memalukan dari seorang superstar yang tak terima kalah dalam perseteruan rap.
“Penggugat yang merupakan salah satu artis tersukses sepanjang masa ini kalah dalam adu rap yang justru ia sendiri yang memulai dan ikuti dengan sukarela,” tulis kuasa hukum UMG dengan nada menohok.
Pihak label menyoroti bagaimana Drake sendiri melontarkan berbagai hinaan berlebihan dan tuduhan pedas ke arah Kendrick Lamar dalam lagu-lagu balasannya. UMG menegaskan bahwa lirik dalam ‘Not Like Us’ dilindungi Amandemen Pertama sebagai bentuk kebebasan berekspresi, dan penggunaan bahasa hiperbolis serta metaforis adalah hal lumrah dalam industri musik rap—termasuk dalam karya-karya Drake sendiri.
Yang lebih mengiris, UMG mengingatkan bahwa Drake pernah mendukung petisi anti-penggunaan lirik rap sebagai bukti faktual dalam kasus hukum pada 2022. “Drake benar waktu itu, tapi salah sekarang,” sindir UMG. Mereka juga mempertanyakan sikap Drake yang dengan senang hati menggunakan platform UMG untuk menyebarkan lagu-lagu yang menyerang Lamar, namun kini berteriak “pencemaran nama baik” setelah kalah dalam perseteruan.
Sebelumnya, Drake menyeret UMG yang ironisnya adalah label rekamannya sendiri—ke pengadilan dengan tuduhan telah mencoreng reputasinya dengan cara mendukung dan mempromosikan ‘Not Like Us’ yang menggambarkannya sebagai sosok pedofil.