CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Empat tahun sejak terakhir kali merilis “Home Video” di tahun 2021, Lucy Dacus akhirnya kembali dengan album solo terbarunya bertajuk “Forever Is A Feeling”, yang resmi dilepas pada 28 Maret 2025 melalui Geffen Records. Ini menjadi album studio keempatnya sekaligus debut perdananya di major label sebagai solois.
Album ini dirilis setelah kesuksesan grupnya, boygenius, trio yang ia bentuk bersama Phoebe Bridgers dan Julien Baker, merilis album debut “The Record” di tahun 2023 dan berhasil memenangkan kategori Best Alternative Music Album di ajang Grammy Awards 2024. Namun, pada Februari lalu, boygenius mengumumkan jeda tanpa batas waktu, memberi ruang bagi ketiganya untuk kembali fokus ke proyek solo masing-masing.
Berisi 13 lagu, “Forever Is A Feeling” hadir sebagai karya yang terasa intim dan jujur. Lucy tak hanya tampil sebagai penulis lagu, tetapi juga sebagai salah satu produser bersama Jake Finch, Andrew Lappin, Blake Mills, Collin Pastore, dan Bartees Strange. Album ini juga menghadirkan kolaborasi spesial bersama penyanyi asal Irlandia, Hozier dalam lagu ‘Bullseye’. Selain itu, Julien Baker dan Phoebe Bridgers pun ikut ambil bagian sebagai pengisi vokal latar, memperkuat benang merah emosional yang selama ini menjadi ciri khas mereka bertiga.
Dalam sebuah wawancara, penyanyi berusia 29 tahun tersebut berbagi bahwa banyak materi di album ini ia tulis diam-diam saat masih bersama boygenius. “Album ini semacam rahasia pribadi yang aku simpan. Aku menulis dan merekamnya di sela-sela tur. Setelah tur AS berakhir, aku tinggal di Nashville dan mulai merekam,” ujarnya. “Aku sempat jatuh cinta, lalu patah hati. Rasanya seperti ditendang oleh emosi. Kadang kita harus menghancurkan sesuatu demi menciptakan sesuatu yang baru. Aku menghancurkan kehidupan yang indah. Kita tidak bisa benar-benar menangkap ‘selamanya,’ tapi kita bisa merasakannya di dalam momen.”