CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Rich Brian baru saja merilis single terbarunya berjudul ‘Butterfly’ yang merupakan bagian dari album studio ketiganya, “WHERE IS MY HEAD?,” yang dijadwalkan rilis pada 23 Mei mendatang. Single yang diproduseri sendiri oleh Brian ini pertama kali diperkenalkan melalui livestream Twitch bersama d4vd.
‘Butterfly’ menggambarkan perjalanan emosional dalam sebuah hubungan beracun, di mana Brian mengeksplorasi pergulatan batin dan pertimbangan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Secara musikal, lagu ini membangun fondasi dari suara analog yang sebelumnya hadir di single ‘Little Ray of Light,’ memperlihatkan kemajuan artistik dan evolusi kreatif yang menjadi tema sentral album mendatang.
Brian sendiri mengomentari karyanya ini dengan mengatakan, “Ini adalah salah satu lagu terindah sekaligus tersulit yang pernah saya ciptakan. Saya menulisnya tentang seseorang yang memperlihatkan banyak kekurangan dalam diri saya yang tidak saya sadari sebelumnya. Pada dasarnya, saya berbicara tentang perasaan minder saya, diiringi beat yang terdengar seperti perpaduan Human Nature dengan 808s.”
Single ini dirilis bersamaan dengan video musik arahan sutradara Jared Hogan, yang merupakan kelanjutan visual dari “Little Ray of Light”. Berbeda dari video sebelumnya, kali ini cerita disampaikan dari sudut pandang sang ‘dalang’ yang mengendalikan ‘Brian’. Video tersebut menampilkan Brian sebagai maestro yang memimpin ansambel makhluk setengah manusia dan setengah hewan dengan cara yang sangat sinematik. Dalam video ini, Brian menyeimbangkan dua sisi kepribadiannya—sisi romantis yang introspektif dan sisi berani yang tanpa filter.
‘Butterfly’ dan ‘Little Ray of Light’ menandai kembalinya salah satu bintang paling cemerlang di era 2010-an setelah absen selama tiga tahun terakhir. “WHERE IS MY HEAD?” menjadi album pertama Rich Brian sejak 2019, di mana musisi kelahiran Indonesia ini meredefinisi dan menata ulang visinya secara mengejutkan.
Album ini menjawab pertanyaan yang diajukan Brian kepada dirinya sendiri: “Bagaimana saya dapat terus membuat musik yang saya cintai lebih dari apapun?” Jawabannya tertuang dalam setiap lagu di album “WHERE IS MY HEAD?.”