CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Perwakilan Justin Bieber baru-baru ini angkat bicara untuk membantah keras rumor yang beredar tentang kondisi keuangan sang bintang pop. Spekulasi yang menyebar belakangan ini menyebutkan bahwa penyanyi berusia 29 tahun tersebut sedang mengalami masalah finansial, namun tim Bieber menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak berdasar.
Rumor ini mencuat setelah The Hollywood Reporter menerbitkan analisis mendalam mengenai langkah bisnis terkini Bieber dan absennya dari dunia musik. Laporan tersebut menyoroti beberapa keputusan kontroversial, terutama penjualan katalog musiknya senilai $200 juta yang biasanya dilakukan oleh musisi senior, bukan penyanyi muda di puncak kariernya.
“Siapapun yang mencoba menyebarkan cerita tentang kesulitan keuangan Justin jelas tidak memahami industri hiburan, atau lebih mungkin, sengaja ingin menggambarkan Justin dengan cara yang negatif dan tidak sesuai kenyataan,” ujar juru bicara resmi Bieber dengan tegas.
Meski belum merilis album baru sejak “Justice” (2021) dan jarang tampil di atas panggung, sumber dekat Bieber menekankan bahwa keadaan sang bintang jauh dari kata mengkhawatirkan. “Seniman memiliki cara pandang yang berbeda dari kita. Justin bahkan lebih sehat daripada kita semua—baik secara fisik maupun mental,” jelas sumber tersebut.
Selain rumor kesulitan finansial, media juga sempat dihebohkan dengan unggahan pribadi Bieber di media sosial dan spekulasi penggunaan narkoba yang kini telah dibantah. Meskipun begitu, kabarnya Bieber telah mengadakan beberapa sesi jamming musik di kediamannya bersama kolaborator dekat, meski belum ada rencana konkret untuk merilis album baru.
Para penggemar yang berharap melihat idolanya kembali tur juga sepertinya harus bersabar. Menurut laporan, kemungkinan Bieber melakukan tur besar dalam waktu dekat sangat kecil, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk pertunjukan sekali waktu.
Meski sedang menjaga jarak dari sorotan publik, keputusan bisnis Bieber—termasuk penjualan katalog dan masalah dengan mantan manajernya Scooter Braun—terus memancing spekulasi. Namun, timnya tetap bersikukuh bahwa semua itu adalah bagian dari strategi jangka panjang, bukan indikasi masalah keuangan.