Bad Bunny Akhirnya Dihadapkan pada Gugatan Hukum atas Penggunaan Sampel Afrobeats Tanpa Izin

Oleh: Achmad Bagas - 15 May 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Setelah lebih dari dua tahun sejak munculnya tuduhan pelanggaran hak cipta dari seorang artis Afrobeats, penyanyi reggaeton asal Puerto Rico, Bad Bunny, akhirnya resmi digugat atas penggunaan sampel lagu tanpa izin.

Perkara ini bermula pada Februari 2023, ketika Tn. Eazi, pendiri label rekaman emPawa Africa, menyampaikan protes atas penggunaan sampel lagu ‘Empty My Pocket’ milik artisnya, Joeboy, dalam lagu ‘Enséñame a Bailar’ milik Bad Bunny, yang termasuk dalam album peraih nominasi Grammy “Un Verano Sin Ti”. Menurut Tn. Eazi, penggunaan karya tersebut dilakukan tanpa izin dan tanpa pencantuman kredit resmi.

Selama sembilan bulan setelah perilisan album tersebut, pihak emPawa berupaya menyelesaikan masalah ini melalui jalur mediasi dan komunikasi hukum. Namun, upaya damai tersebut tidak membuahkan hasil. “Tim di emPawa Africa telah berusaha menyelesaikan hal ini secara damai sejak Mei tahun lalu melalui kuasa hukum kami,” ujar Tn. Eazi dalam pernyataannya. Ia juga menuding bahwa label rekaman Bad Bunny, Rimas Music, telah dengan sengaja mengeksploitasi karya kreator Afrika muda demi keuntungan komersial tanpa memberikan penghargaan yang layak.

Situasi ini kemudian berkembang lebih jauh ketika pada 2 Mei, produser lagu ‘Empty My Pocket,’ yaitu Dera, secara resmi mengajukan gugatan hukum terhadap Bad Bunny. Dalam gugatan tersebut, Dera menyatakan bahwa pihak Bad Bunny secara aktif menghalangi proses pemberian kredit yang adil kepada dirinya dan Joeboy.

“Tidak sering terjadi bahwa seorang artis musik sekelas Bad Bunny menggunakan karya orang lain tanpa izin, lalu mengabaikan upaya penyelesaian secara baik-baik,” ujar Robert A. Jacobs, kuasa hukum Dera. “Yang lebih mengejutkan adalah penggunaan yang dilakukan mencakup bagian penting dari karya sang artis, namun tidak ada itikad baik untuk memperbaiki pelanggaran tersebut.”

Di sisi lain, tim Bad Bunny sebelumnya mengklaim bahwa sampel lagu tersebut diperoleh secara sah dari Lakizo Entertainment, entitas yang pernah bertindak sebagai distributor untuk lagu tersebut. Namun, perselisihan berkepanjangan antara Lakizo dan emPawa Africa, yang juga diberitakan oleh OkayPlayer, menyebabkan lagu tersebut sempat ditarik dari platform streaming. Dalam gugatan yang diajukan, Dera menegaskan bahwa Lakizo tidak memiliki kewenangan penuh untuk memberikan lisensi atas sampel ‘Empty My Pocket’.

“Walaupun pihak penggugat telah memberikan kerja sama yang baik, para tergugat justru menghambat proses setelah menerima dokumen dan informasi yang diminta. Hal ini menunjukkan bahwa satu-satunya cara untuk memperoleh keadilan atas pelanggaran ini adalah melalui jalur hukum,” demikian tertulis dalam dokumen hukum yang diajukan oleh pihak Dera.

Gugatan ini kini menjadi sorotan besar di dunia musik global, menyoroti pentingnya etika dan legalitas dalam penggunaan karya intelektual, terutama dalam konteks kolaborasi lintas budaya dan benua.

Author

Achmad Bagas

More from Creative Disc