Sidang Sean “Diddy” Combs Dimulai, Calon Juri Diuji Mengenai Pengetahuan Mereka Tentang Selebritas Ternama

Oleh: Achmad Bagas - 07 May 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Pemilihan juri untuk persidangan pidana terhadap Sean “Diddy” Combs resmi dimulai pada hari Senin di Pengadilan Federal New York, di tengah sorotan luas dari media yang memadati kawasan Lower Manhattan.

Kasus ini menjadi perhatian besar publik karena melibatkan dakwaan serius, termasuk perdagangan seks, pemerasan, serta pengangkutan untuk tujuan prostitusi.

Sebanyak 150 calon juri diminta mengisi kuesioner rinci untuk mengukur sejauh mana mereka mengetahui profil Combs, pengalaman pribadi mereka terkait kekerasan seksual, serta pandangan mereka terhadap sistem hukum.

Salah satu bagian dari kuesioner tersebut mencantumkan sedikitnya 190 nama tokoh publik dan selebritas, termasuk Michael B. Jordan, Kanye West, Kid Cudi, Mike Myers, dan lainnya. 

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi bias atau kedekatan yang dapat memengaruhi objektivitas calon juri. Meskipun keterkaitan nama-nama tersebut dengan kasus ini tidak dijelaskan secara eksplisit, jaksa sebelumnya menyatakan bahwa Kid Cudi diyakini menjadi korban upaya pemboman mobil yang didalangi oleh Combs pada 2011.

Dugaan serangan tersebut berkaitan dengan hubungan asmara Cudi dengan Casandra “Cassie” Ventura, yang kini menjadi saksi utama dalam persidangan.

Sumber yang memahami jalannya kasus menyampaikan bahwa Michael B. Jordan tidak akan dihadirkan sebagai saksi, meskipun ia pernah menjalin hubungan singkat dengan Ventura pada tahun 2015—periode yang dilaporkan menimbulkan kecemburuan dari pihak Combs.

Nama-nama lain dalam daftar termasuk Michelle Williams (Destiny’s Child), Lauren London, Dawn Richard, produser Dallas Austin, serta beberapa anggota keluarga Combs. Menariknya, sejumlah calon juri mengaku tidak mengenali sebagian besar nama tersebut, yang memperlihatkan beragam latar belakang sosial mereka.

Proses persidangan ini diperkirakan berlangsung selama delapan minggu. Pemilihan juri akan terus berjalan hingga 12 Mei, dengan penyampaian argumen pembuka kemungkinan dimulai segera setelahnya.

Pada hari pertama, Hakim Arun Subramanian mewawancarai langsung 32 calon juri. Mereka diberi kesempatan untuk membahas pertanyaan-pertanyaan pribadi, termasuk riwayat kekerasan seksual, secara tertutup bersama hakim, juru catat, serta dua pengacara dari masing-masing pihak.

Beberapa juri mengungkapkan pengalaman pribadi terkait pelecehan seksual, dan ditanya apakah hal tersebut akan memengaruhi kemampuan mereka dalam membuat penilaian secara objektif. Sebagian besar menyatakan bahwa mereka tetap mampu bersikap netral. Mayoritas dari mereka juga mengonfirmasi telah menerima pelatihan tentang pelecehan seksual di lingkungan kerja mereka.

Rekaman video yang sempat beredar, menunjukkan dugaan penyerangan fisik oleh Combs terhadap Ventura, menjadi perbincangan dalam proses seleksi. Meski rekaman versi CNN tidak akan digunakan sebagai bukti resmi, jaksa membuka kemungkinan bahwa versi asli rekaman tersebut akan dibahas dalam persidangan.

Beberapa latar belakang juri turut menimbulkan pertimbangan hukum. Salah satunya adalah produser foto dari HBO yang terlibat dalam produksi serial “The White Lotus” dan “The Last of Us.” Keberadaannya diperdebatkan karena platform HBO Max sebelumnya menayangkan dokumenter bertema negatif tentang Combs, “The Fall of Diddy.” Namun, hakim memutuskan untuk tetap mempertahankannya sebagai calon juri.

Sebaliknya, seorang eksekutif pemasaran dari penerbit Simon & Schuster dibebaskan dari tugas juri karena memiliki keterkaitan profesional dengan memoar yang akan dirilis oleh Al B. Sure!, yang dalam bukunya menuduh Combs melakukan penguntitan dan ancaman pembunuhan.

Salah satu momen tak terduga terjadi saat seorang calon juri mengungkapkan bahwa ia pernah dihukum karena mencuri barang di Universal Studios pada usia 16 tahun. Pengakuan itu disampaikan dengan nada ringan, memancing tawa dari area media. Orang yang sama juga menyatakan bahwa ia menikmati video komedi di Instagram yang menyindir penggerebekan properti Combs, termasuk penyitaan ratusan botol minyak bayi.

Sean Combs kini menghadapi lima dakwaan berat. Jika terbukti bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sejak 2023, Combs juga telah menghadapi lebih dari 70 gugatan perdata terkait tuduhan pelecehan seksual, pemerkosaan, dan perdagangan manusia. Meskipun terpisah dari persidangan pidana ini, gugatan-gugatan tersebut semakin memperkuat citra Combs sebagai tokoh kontroversial.

Jaksa menyebutkan bahwa lebih dari 50 saksi telah diperiksa dan lebih dari 100 perangkat elektronik berhasil diamankan sebagai barang bukti. Mereka menggambarkan Combs sebagai tokoh sentral dalam jaringan kekerasan sistematis yang didukung oleh orang-orang terdekatnya.

Kendati demikian, Combs membantah seluruh tuduhan dan bersikukuh bahwa seluruh hubungan yang pernah ia jalani terjadi atas dasar kesepakatan bersama.

Author

Achmad Bagas

More from Creative Disc