CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Marina Diamandis atau yang dulu dikenal sebagai Marina and the Diamonds, kembali dengan warna baru dalam album terbarunya, “Princess of Power”. Di tahun ke-15 kariernya, penyanyi yang kini hanya menggunakan nama MARINA tersebut justru terdengar lebih segar dan tak terduga dari sebelumnya.
Namanya mulai dikenal publik saat menjadi runner-up dalam polling BBC Sound of 2010, tepat di bawah Ellie Goulding. Sejak itu, MARINA melaju kencang: tiga album berturut-turut dalam lima tahun, tour bareng Katy Perry dan Coldplay, eksis di Tumblr era 2010-an, hingga sempat adu argumen di Twitter bareng Charli XCX (yang kini tampaknya sudah berdamai).
Kali ini lewat “Princess of Power”, penyanyi berdarah Welsh-Yunani tersebut meramu segala pengaruh pop yang pernah ia jamah, mulai dari pop dansa ala Madonna dan Lady Gaga, sentuhan teatrikal khas Queen, sampai string mewah dan synth arpeggio yang mengingatkan pada masa kejayaan ABBA. Namun bukan sekadar album throwback, “Princess of Power” justru hadir dengan aura self-aware yang kental, penuh satir, dan mewah dalam cara yang tidak biasa namun tetap menyenangkan.
Alih-alih stagnan di tahun ke-15 kariernya, MARINA justru terdengar seperti baru benar-benar mulai. Lewat “Princess of Power”, dia tampil lebih percaya diri, eksperimental, dan tidak takut menertawakan absurditas dunia pop, termasuk dirinya sendiri.