CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Ava Max resmi memasuki era baru. Setelah berbulan-bulan menggoda penggemar dengan melepas single dan memberi isyarat soal perubahan kreatif, penyanyi pop tersebut telah kembali dengan album studio ketiga, “Don’t Click Play”, sebuah proyek yang menandai langkah berani dalam kariernya.
Pasca perilisan “Diamonds & Dancefloors” di tahun 2023, Ava Max menghadapi perubahan manajemen sekaligus berpisah dari kolaborator lamanya, Cirkut dan Madison Love. Alih-alih terburu-buru merilis album baru, ia justru memilih waktu untuk menata ulang arah musiknya.
Album berisi 13 lagu ini memperlihatkan sisi eksploratif Ava Max di luar ciri khas dance-pop miliknya, dengan sentuhan rock, country, hingga balada yang lebih sederhana. Meski mencoba jalur baru, telinganya dalam menciptakan hook besar dan anthem pop dramatis tetap menonjol.
Dalam prosesnya, penyanyi 31 tahun tersebut bekerja sama dengan tim produser baru, yakni Pink Slip dan Inverness sebagai pengarah utama. Hasilnya adalah koleksi lagu yang terasa segar namun tetap mencerminkan identitas khas Ava Max.
Namun sebelum album “Don’t Click Play” resmi dibagikan pada 22 Agustus kemarin, pelantun ‘Sweet but Psycho’ tersebut kembali menghadapi masalah kebocoran musik, kali ini dari lagu utama, ‘Don’t Click Play.’ Dalam lagu tersebut terdapat lirik di mana Ava Max secara langsung menyinggung dirinya yang kerap dibandingkan dengan Lady Gaga. Ia menyanyikan: “She samples, singing Gaga imitations. Can’t kings and queens look good with poker faces? But I’m loving myself even if you hate it” yang mereferensi single hit, ‘Kings and Queens,’ serta lagu klasik milik Lady Gaga, ‘Poker Face.’