Rol3ert Hadirkan Refleksi Kehidupan dan Kematian Lewat Single ‘Say My Name’

Oleh: nanack - 19 Sep 2025

Teks: Nanack
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –
Walau usianya baru menginjak 19 tahun, Rol3ert menunjukkan kematangan artistik yang melampaui generasinya. Pada 27 Agustus 2025, ia merilis single kelimanya yang berjudul ‘Say My Name’ via Exciter Records dan FRIENDSHIP. Lagu ini menjadi karya paling reflektif dalam perjalanan kariernya, menyelami tema besar tentang kehidupan, kematian, dan jejak yang ingin kita tinggalkan di dunia.

Inspirasi: Dari Ruang Kuliah ke Studio Musik
Kisah di balik ‘Say My Name’ berawal dari perkuliahan psikologi yang diikuti Rol3ert. Dalam sebuah sesi, dosennya menyampaikan pandangan bahwa ketakutan terbesar manusia adalah menghadapi kematian. Namun, cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan menciptakan simbol atau karya yang tetap hidup bahkan setelah kita pergi.

Pesan itu melekat kuat di benaknya. Ia kemudian menuangkannya ke dalam lagu yang mengambil perspektif seseorang yang sudah tiada, namun cintanya masih tertinggal di dunia. Dari sudut pandang Rol3ert sendiri, ‘Say My Name’ adalah manifestasi dari keinginan untuk meninggalkan sesuatu yang abadi, meski tubuh sudah tidak ada.

“Kalau aku meninggal, lagu ini akan tetap ada di dunia ini. Itu adalah simbol yang ingin kutinggalkan,” ungkapnya.

Proses Kreatif: Kolaborasi dengan Yuto Uchino
Berbeda dengan karya sebelumnya yang banyak ia tulis dan produksi sendiri, ‘Say My Name’ lahir dari kolaborasi dengan Yuto Uchino, vokalis utama band indie Jepang The fin.. Uchino langsung terinspirasi ketika mendengar demo awal Rol3ert dan menambahkan lapisan suara yang memperkaya atmosfer lagu.

Produksi lagu ini juga melibatkan Yusuke Okada dari band Brother Sun Sister Moon yang mengisi drum live, serta sentuhan mixing dan mastering dari Masahito Komori, sosok yang pernah bekerja untuk Fujii Kaze, Kenshi Yonezu, dan Official HIGE DANDism. Kombinasi ini menghasilkan lanskap suara yang megah namun tetap intim: riff gitar melankolis, drum live yang hangat, dan synth berkilauan yang membungkus vokal lembut Rol3ert yang hampir seperti bisikan.

Lirik: Antara Kehilangan dan Keabadian Cinta
Secara lirik, ‘Say My Name’ menghubungkan dua dunia: realitas dan transendensi. Karakter utama dalam lagu ini berbicara dari perspektif seseorang yang sudah meninggal, seolah berkata: “Aku sudah tidak ada di sini, tapi cintaku akan selalu tinggal bersamamu.”

Dengan pilihan kata yang sederhana namun kuat, Rol3ert berhasil menyampaikan sesuatu yang universal, ketakutan akan kehilangan sekaligus harapan bahwa cinta mampu melampaui batas kehidupan. Lagu ini bukan hanya refleksi pribadi, tapi juga resonansi bagi siapa pun yang pernah merasakan takut, kehilangan, atau kerinduan untuk tetap diingat.

Visual: Dua Dunia dalam Satu Musik Video
Kekuatan ‘Say My Name’ tidak hanya terdengar dalam musik, tapi juga divisualisasikan lewat video musik yang rilis bersamaan pada 27 Agustus 2025. MV tersebut menggambarkan dua dunia simbolis:
•    Rol3ert “putih” berjalan di tepi pantai, merepresentasikan kehidupan setelah kematian yang penuh ketenangan.
•    Rol3ert “hitam” berada di ruang bawah tanah, simbol realitas yang keras, penuh keterbatasan, dan kehilangan.
Dualitas ini menggambarkan tarik-menarik antara eksistensi dan kenangan, antara dunia nyata dan warisan emosional yang kita tinggalkan.

Langkah Baru dalam Karier
‘Say My Name’ menandai fase baru dalam perjalanan Rol3ert. Dari indie rock hingga UK Garage di ‘Who Do You Love’, lalu refleksi personal dalam ‘Nerd’, kini ia menampilkan sisi yang lebih filosofis dan spiritual. Meski kariernya masih sangat muda, Rol3ert sudah berani menyentuh tema besar yang relevan bagi semua orang.

 

Tags: ,

Author

nanack

More from Creative Disc