Charli XCX Ungkap Ketakutan Dipecat Label Sebelum “Brat” Jadi Album Pop Fenomenal dan Menang Grammy

Oleh: welly - 07 Nov 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Charli XCX mengungkap sisi jujur di balik kesuksesan album “Brat” yang kini dianggap sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam musik pop modern. Dalam wawancara bersama Gwyneth Paltrow di podcast Goop, pelantun ‘Apple’ itu mengaku sempat berpikir dirinya akan dipecat oleh label rekaman saat membuat album tersebut. “Aku membuat album ini dengan pikiran, ‘Oke, aku akan membuatnya untuk diriku sendiri. Kalau aku sampai dipecat, itu tidak masalah,’” ujarnya. “Itu adalah kondisi mental yang aku miliki saat itu.”

Namun, ketakutannya justru berbalik menjadi kemenangan besar. Dirilis pada Juni 2024, “Brat” bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga memicu fenomena budaya “Brat Summer” yang mendominasi internet, mode, dan bahkan percakapan politik. Album tersebut meraih delapan nominasi Grammy dan membawa pulang tiga piala, Best Dance Pop Recording ‘Von Dutch’, Best Dance/Electronic Album “Brat”, Best Recording Package “Brat”. Tak berhenti di situ, Charli juga membawa pulang lima penghargaan utama di Brit Awards 2025, dari total enam nominasi yang diterimanya.

Meski begitu, Charli kini siap melangkah ke arah baru. Ia mengaku tengah bereksperimen dengan unsur musik yang belum pernah ia eksplorasi sebelumnya. “Aku suka bekerja dengan kontras. Jadi, apa pun yang kulakukan setelah “Brat” pasti akan terasa berbeda. Saat ini aku sedang banyak bermain dengan elemen string, dan itu sangat menyenangkan,” katanya. Eksperimen ini menandai fase baru bagi Charli, yang tampaknya ingin memperluas batas kreatifnya di luar dance-pop khasnya.

Charli juga menyoroti bagaimana era baru musik pop kini memberi ruang bagi artis-artis “niche”. Dalam wawancaranya dengan i-D Magazine, ia menilai bahwa pop sedang memasuki masa yang “sangat menarik,” di mana keunikan dan keaslian justru menjadi kekuatan utama. “Sekarang, artis-artis dengan visi dan budaya berbeda sedang benar-benar berkembang di dunia arus utama,” ujarnya.

Menurut Charli, gelombang baru artis seperti dirinya, Troye Sivan, dan Chappell Roan mewakili wajah baru pop yang lebih berani, autentik, dan dekat dengan budaya queer. “Kami membuat musik yang secara alami menjadi bagian dari budaya itu atau terinspirasi olehnya  dan aku pikir itu sangat keren,” tutupnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by creativedisc (@creativedisc_)

Author

welly

More from Creative Disc