CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Jessie J resmi kembali dengan album penuh pertamanya dalam hampir delapan tahun, “Don’t Tease Me With A Good Time,” yang kini dirilis secara global. Proyek ini merangkum perjalanan emosional sang penyanyi melalui duka, penyembuhan, hingga menemukan kembali kebahagiaan. Jessie J bekerja dengan sederet kolaborator, termasuk Ryan Tedder, Jesse Boykins, los hendrix, dan Marty Maro, menghasilkan musik yang melintasi banyak genre dan menggambarkan “perjalanan dari kehilangan menuju cahaya”. Ia berharap album ini bisa menjadi pengingat dan penguat bagi pendengar yang tengah melewati masa baik maupun buruk.
Salah satu lagu yang menarik perhatian adalah ‘Threw It Away’, yang sempat dispekulasikan sebagai sindiran untuk mantan kekasihnya, Channing Tatum, terutama karena lirik seperti “I’m the beauty, you’re the beast.” Namun Jessie J menegaskan melalui Instagram bahwa lagu ini bukan tentang aktor berusia 45 tahun tersebut, menyebut hubungan mereka berakhir dengan baik, dan ia tak ingin putri Channing Tatum suatu hari membaca narasi yang keliru. Meski begitu, saat sesi listening party di London, Jessie J mengakui bahwa lagu itu ditulis pada 2020 bersama Ryan Tedder, dan menggambarkan pengalaman emosional yang ia alami pada masa itu.
Selain perilisan album, Jessie J bersiap tampil di Capital’s Jingle Bell Ball 2025 di O2 Arena minggu depan. Di 2026, ia juga akan melanjutkan tur akustik UK & Eropa yang sempat ditunda karena menjalani rangkaian operasi terkait kanker payudara stadium awal, termasuk mastektomi yang diungkapkannya pada bulan Juni. Tur tersebut akan dimulai 7 April 2026 di Birmingham dan berlanjut ke sembilan kota lainnya, termasuk penampilan di London Palladium sebelum berakhir di Brussels.
Di sisi lain, penyanyi 37 tahun juga sempat membagikan kisah di balik lagu ‘I’ll Never Know Why’. Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan bahwa lagu tersebut terasa seperti catatan diary yang bisa dinyanyikan. Ia bercerita bahwa tujuh tahun lalu ia kehilangan salah satu sahabat terdekatnya karena mengakhiri hidupnya sendiri, dan hingga kini ia merasa belum benar-benar pulih. Dari pengalaman itu, Jessie J menulis lagu “I’ll Never Know Why”, yang hingga sekarang masih menggunakan versi demo yang direkam sesaat setelah kejadian tersebut, karena ia tidak pernah mengulang atau merekam ulang vokalnya. Menurutnya, lagu ini sangat menyedihkan.
Ia juga menyinggung bahwa liriknya berisi ungkapan sayang dan ketulusan, namun juga keguncangan besar yang ia rasakan ketika kehilangan itu terjadi. Baginya, lagu tersebut seperti kapsul berdurasi tiga setengah menit, sesuatu yang bisa didengarkan untuk membiarkan rasa duka muncul dan keluar, hampir seperti cara sengaja memicu emosi. Ia bahkan menggambarkannya sebagai “laksatif untuk air mata” karena begitu kuatnya efek emosional yang ditimbulkan.