CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Vokalis karismatik The 1975, Matty Healy, sekali lagi memicu kehebohan di jagat musik dan media sosial. Kali ini, kontroversi datang bukan dari aksi panggung yang memancing perdebatan, melainkan dari sebuah keputusan di balik layar, yaitu penghapusan lagu ‘Human Too’ dari seluruh layanan streaming digital.
Lagu yang merupakan track kesembilan dari album sukses mereka tahun 2022, “Being Funny in a Foreign Language”, tiba-tiba lenyap. Reaksi cepat dari basis penggemar yang vokal memaksa Healy angkat bicara, mengonfirmasi di platform Reddit bahwa penghapusan ini adalah tindakan yang disengaja.
Alasan yang ia kemukakan cukup sederhana, namun mendalam dalam konteks kebebasan artistik: ia ingin album tersebut “lebih sesuai dengan visinya saat ini”. Dalam era di mana karya digital dianggap sebagai entitas yang cair dan dapat diubah, tindakan Healy ini merupakan perwujudan kontrol artistik pasca-rilis yang jarang terjadi.
Matty on the removal of Human Too. pic.twitter.com/IMtQTZFl1Q
— The 1975 TH (@the1975_thteam) November 4, 2025
Selain ‘Human Too’, Matt juga mengungkap kemungkinan untuk melakukan hal yang sama pada lagu ‘What Should I Say’ dari album “Notes on a Conditional Form” (2020).
Keputusan sepihak ini, tentu saja, memicu pro dan kontra yang sengit di kalangan penggemar. Bagi sebagian pihak, tindakan Healy dianggap sebagai bentuk kebebasan artistik yang tak terbebani, di mana seorang seniman berhak menentukan warisan digital dari karyanya. Namun, di sisi lain, banyak penggemar yang merasa kecewa dan berpendapat bahwa karya seni, setelah dirilis dan dicintai oleh publik, membawa tanggung jawab kolektif. ‘Human Too’ dikenal sebagai salah satu lagu favorit penggemar.
Walau Healy memastikan versi fisik album ini (format CD, vinyl dan kaset) tetap ada, tapi kejadian ini membuat cara kita mendegarkan musik yang akan berubah. Format fisik menjamin lagu-lagu itu tetap ada, sementara streaming membuat album akan bisa diubah sewaktu-waktu oleh artisnya.