CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Salah satu founder / pendiri grup Fugees, Pras Michél resmi dijatuhi hukuman 14 tahun penjara atas kasus konspirasi dan lobi ilegal asing, setelah sebelumnya dinyatakan bersalah pada April 2023 atas 10 dakwaan.
Selain hukuman penjara, ia juga akan menjalani tiga tahun masa percobaan, dengan total ancaman awal mencapai 22 tahun. Dakwaan tersebut mencakup pelanggaran dana kampanye dalam pemilihan ulang Barack Obama tahun 2012 dan upaya melobi pemerintahan Donald Trump pada 2017.
Kasus Pras Michél telah bergulir sejak 2019 dan berlanjut ke persidangan sepanjang tiga minggu, yang menghadirkan saksi terkenal termasuk Leonardo DiCaprio. Pada perkembangan terbaru, ia juga diperintahkan untuk mengembalikan lebih dari $64 juta (sekitar 1,062 triliun Rp), setelah dinyatakan terbukti mengatur kampanye pengaruh asing untuk menghentikan investigasi Amerika Serikat terhadap Jho Low, finansier asal Malaysia.
Tim kuasa hukum Michél sempat mengajukan permintaan persidangan ulang dengan alasan bahwa pengacara sebelumnya, David Kenner, menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menyusun argumen penutup. Kontroversi ini berkembang ketika Kenner sendiri kemudian mengaku bersalah atas pelanggaran criminal contempt dan dijatuhi satu tahun masa percobaan atas penanganan dokumen dalam kasus tersebut.
Dalam pernyataan resmi, perwakilan Michél, Erica Dumas, menegaskan bahwa perjalanan karier sang musisi belum berakhir dan ia menghargai dukungan publik. Michél sendiri mengatakan bahwa ia akan mengajukan banding, meski mengakui kemungkinan harus masuk penjara selama proses tersebut berlangsung.
Pras Michél dijadwalkan menyerahkan diri kepada pihak berwenang pada 27 Januari 2026.
Rapper dan aktor asal New York City yang bernama asli Prakazrel Samuel Michel (53) mendirikan trio hip hop Fugees bersama Wyclef Jean dan Lauryn Hill pada 1990. Mereka telah merilis dua album “Blunted of Reality” (1994) dan “The Score” (1996), yang dikenal sebagai salah satu maha karya album hip hop di era 90-an.