Kanye West Bantah Iklan Permintaan Maaf Jadi Strategi Jelang Perilisan Album “Bully”: Bukan Pencitraan Tapi Penyesalan

Oleh: riadini - 31 Jan 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Kanye West menepis anggapan bahwa iklan permintaan maaf yang ia pasang di “The Wall Street Journal” merupakan langkah pencitraan jelang perilisan album terbarunya, “Bully”. Dalam wawancara bersama Vanity Fair yang terbit pada Selasa, 27 Januari, Kanye West menegaskan bahwa surat terbuka tersebut tidak berkaitan dengan upaya menghidupkan kembali kariernya, meski ia menyebut dirinya masih berada di jajaran 10 artis paling banyak didengarkan di Spotify AS sepanjang 2025 dan mengklaim “Bully” sebagai salah satu album dengan pre-save tertinggi di platform tersebut.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh VANITY FAIR (@vanityfair)


Menurut rapper yang kini menggunakan nama Ye ini, permintaan maaf tersebut lahir dari beban moral yang ia rasakan setelah rangkaian pernyataan antisemit dan kontroversi publik yang menimpanya dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas ucapannya yang melukai komunitas Yahudi dan kulit hitam, serta menilai semua yang terjadi telah melampaui batas. Sebagai figur publik, Ye menyebut penting baginya untuk memperjelas posisi nilai yang ingin ia perjuangkan ke depan, yakni cinta dan hal-hal positif.

Surat terbuka itu juga menyinggung kondisi bipolar disorder yang diklaim oleh pria berusia 48 tahun tersebut telah berperan dalam perilaku erratis dan keputusan kontroversialnya, termasuk penggunaan simbol-simbol ofensif di masa lalu. Ia menyebut tindakannya sebagai bentuk penilaian yang buruk dan mengaku tidak sepenuhnya mengingat beberapa momen tersebut. Meski demikian, Kanye West menekankan bahwa kondisinya tidak membenarkan perbuatannya dan menyatakan komitmen untuk bertanggung jawab, menjalani perawatan, serta melakukan perubahan nyata, sembari kembali meminta maaf kepada komunitas yang merasa dirugikan.

Author

riadini

More from Creativedisc