CREATIVEDISC.COM – Jakarta; Dunia pop sedang diguncang oleh keberanian Kim Petras. Melalui serangkaian unggahan pedas di platform X pada Selasa (20/1), pelantun ‘Unholy’ ini menyatakan telah mengajukan permohonan resmi untuk didepak dari labelnya, Republic Records.
Kim mengaku sudah di titik jenuh karena merasa tidak lagi memiliki kendali atas hidup maupun arah karier musiknya sendiri. Pemicu utama kemarahannya adalah nasib album studio ketiganya “Detour”, yang sebenarnya sudah rampung sejak enam bulan lalu, namun pihak label terus menolak memberikan tanggal rilis pasti. Bahkan, ia menuding Republic Records sengaja menahan bayaran untuk para kolaborator yang terlibat dalam album tersebut.
I won a grammy 2 years ago…….. the music is TEA. Still no support . If it’s not a tiktok trend or 80s revival queerbaiting shit these labels have no interest in supporting.
— kim petras (@kimpetras) January 20, 2026
“Saya memenangkan Grammy dua tahun lalu, tapi tetap saja tidak ada dukungan. Jika bukan karena tren TikTok atau konten queerbaiting gaya 80-an, label-label ini tidak akan tertarik mendukung,” tulisnya sarkastis.
Kekecewaan Kim semakin memuncak karena ia harus mendanai sendiri pembuatan video musik untuk single terbarunya dua bulan lalu, yang hingga kini juga tak kunjung diberi lampu hijau untuk rilis. Meski terjepit masalah kontrak, Kim Petras tidak gentar. Ia menegaskan kepada para penggemarnya bahwa album “Detour” akan tetap rilis, apa pun risikonya. “Saya akan merilis ‘Detour’ terlepas dari apa pun yang terjadi,” tegasnya. Aksi berani Kim ini pun langsung memicu gerakan #FreeKimPetras di media sosial, sekaligus memperkuat pesan bahwa integritas artistik jauh lebih berharga daripada kenyamanan di bawah naungan label besar.