CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Bad Bunny menghadirkan penampilan halftime Super Bowl yang penuh warna, emosional, dan sarat makna budaya, menjadikannya sebagai surat cinta untuk Puerto Rico dan kekuatan musik Latin.
Super Bowl LX tahun ini diadakan di Santa Clara, California, menghadirkan pertandingan antara Seattle Seahawks melawan New England Patriots yang dimenangkan oleh Seahawks 29-13.
Bad Bunny membuka panggung paruh waktu dengan mengenakan jersey football dari ZARA berwarna off-white bertuliskan “OCASIO”, dari nama keluarganya Benito Antonio Martínez Ocasio sambil memimpin pertunjukan yang sejak awal menempatkan warisan Latin sebagai pusat perayaan. Dari ladang tebu replika hingga parade penuh tarian, penampilan ini terasa seperti pesta komunitas besar yang menyatukan sejarah, keluarga, dan identitas.
Secara musikal, Bad Bunny merangkai berbagai era dan genre Latin dengan mulus. Reggaeton dan dembow berpadu dengan salsa klasik, bomba, dan plena yang dimainkan secara organik oleh band brass dan perkusi. Ia membawakan lagu-lagu dari album terbarunya “Debí Tirar Más Fotos” yang meraih Album of the Year di Grammy 2026, serta hit-hit sebelumnya, sambil menyelipkan pesan sosial dan politik. Lagu seperti ‘El Apagón’ menyinggung isu kolonialisme budaya dan krisis listrik di Puerto Rico, ditampilkan melalui visual pekerja dan kehidupan sehari-hari masyarakat pulau tersebut.

Kejutan datang lewat kehadiran bintang tamu. Lady Gaga tampil membawakan versi salsa dari ‘Die With a Smile’ serta berduet bersama Bad Bunny. Tak ketinggalan juga penampilan kejutan dari pionir Latin modern, Ricky Martin juga turut hadir menyanyikan ‘Lo Que le Pasó a Hawaii’.
Deretan cameo lain, termasuk Pedro Pascal, Karol G dan Cardi B, menambah kesan megah dan personal. Bad Bunny juga kembali menampilkan “La Casita,” rumah sederhana khas Puerto Rico yang pernah ia gunakan dalam residensi 2025-nya.

Di tengah spekulasi dan tensi politik yang menyelimuti acara besar tersebut, Bad Bunny justru memilih merespons dengan kegembiraan dan kebersamaan. Ia menyampaikan pesan dalam bahasa Inggris dan Spanyol, menyebut berbagai negara di Amerika, serta menutup penampilan dengan bola football bertuliskan “Together, We Are America.”