CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu Taiwan-Amerika, Luke Chiang, resmi merilis album debutnya bertajuk “TYPHOON” pada 6 Februari 2026. Album yang telah lama dinanti ini menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya setelah sempat hiatus akibat kondisi medis yang membuatnya kehilangan kemampuan bernyanyi selama beberapa waktu.
Album “TYPHOON” bukan sekadar karya musik, melainkan refleksi mendalam atas kehilangan, resiliensi, serta tekadnya untuk kembali terhubung dengan para penggemar lama maupun pendengar baru.
Judul album ini terinspirasi dari pengalaman emosional Luke enam tahun lalu, ketika ia mengalami gangguan vokal setelah mengunjungi Taiwan di musim topan. Meski badai tersebut bukan penyebab langsung, momen itu menjadi simbol dari gejolak batin yang ia alami. Dalam “TYPHOON”, Luke mengeksplorasi tema identitas, keluarga, cinta, dan keraguan diri, sebuah perjalanan pendewasaan sekaligus proses penyembuhan fisik dan emosional untuk menemukan kembali suaranya sebagai seniman.
Album ini juga menampilkan sejumlah kolaborasi dengan musisi pendatang baru seperti HILLARI, Albert Posis, Jesse Barrera, dan Bren Joy. Single utama ‘me & u’, merupakan duet lembut bersama HILLARI, menyuguhkan balada pop R&B bernuansa hangat dengan tekstur synth halus dan vokal ekspresif, mengangkat tema komitmen di tengah rasa tidak aman.
Sebelumnya, Luke telah melepas beberapa single ‘terrible4u’, ‘what can i do?’, dan ‘say that!’ yang viral di berbagai platform streaming, khususnya di Asia Tenggara.
Dikenal lewat ‘Shouldn’t Be’, nama Luke Chiang berhasil meraih 2,5 juta pendengar bulanan di Spotify serta masuk daftar 100 artis R&B progresif teratas versi Chartmetric. Luke juga membangun basis penggemar globalnya secara orgrantik, terutama di Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Singapura.
Dengarkan “TYPHOON” di Spotify: