CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Setelah menggoda penggemar sepanjang pekan, Willow Smith akhirnya resmi merilis album terbarunya bertajuk “petal rock black” pada 16 Februari. Album studio ketujuh ini kini sudah tersedia melalui Three Six Zero dan menjadi lanjutan dari proyek “Empathogen” yang dirilis pada 2024.
Dalam proyek ini, WILLOW menulis, membawakan, sekaligus memproduseri seluruh materi lagu yang menghadirkan warna musik yang mentah dan atmosferik, membawa pendengar masuk ke dunia refleksi yang terasa gelap sekaligus bercahaya. Album ini melanjutkan kecenderungan WILLOW dalam menabrak batasan genre, memadukan jazz-fusion, pop eksperimental, hingga soul. Ia juga menggandeng sejumlah musisi ternama sebagai kolaborator, di antaranya George Clinton, Kamasi Washington, serta Tune-Yards. Lewat siaran pers resminya, penyanyi berusia 25 tahun tersebut menyebut album ini sebagai persembahan personal yang menghormati proses penciptaan, baik penciptaan diri, suara, maupun komunitas, sekaligus merayakan kehidupan dan dedikasi artistik.
Album dibuka lewat lagu ‘petal black rock,’ diawali pembacaan puisi abstrak oleh George Clinton yang sarat metafora dan bahasa ganjil. Suaranya yang serak dan penuh karakter menciptakan nuansa misterius, seolah mengajak pendengar menafsirkan makna tersembunyi, sebuah pendekatan yang terasa konsisten sepanjang album. Dalam 12 trek berdurasi total sekitar 26 menit ini, WILLOW menghadirkan aransemen tipis bernuansa spiritual-jazz, dengan vokal yang jarang meledak, namun stabil dan terkontrol. Ia menggunakan gitar terdistorsi, lapisan vokal, serta drum live untuk membangun lanskap suara yang meditatif, di mana atmosfer sering kali lebih dominan daripada lirik.
Dalam video teaser yang dibagikannya, WILLOW mengungkap bahwa ia memainkan gitar, piano, dan drum di album ini. Proses pengerjaannya memakan waktu lebih dari 18 bulan di studio. Ia percaya pengalaman yang penuh tekanan tersebut justru dibutuhkan untuk menjangkau sisi terdalam diri, meski rasa takut akan kegagalan atau hal yang tak diketahui kerap menghantui.