CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Taylor Swift tengah menghadapi gugatan hukum terkait album terbarunya, “The Life of a Showgirl”. Seorang performer asal Las Vegas bernama Maren Wade menuduh branding album rilisan 2025 tersebut terlalu mirip dengan proyek miliknya, “Confessions of a Showgirl”, yang lebih dulu ia gunakan untuk kolom tentang kehidupan di balik panggung di Las Vegas Weekly sejak 2014 sebelum berkembang menjadi pertunjukan live dan tur nasional. Dalam gugatan pelanggaran merek dagang yang diajukan ke pengadilan federal California pada Selasa, Maren Wade, yang mengajukan perkara dengan nama hukumnya, Maren Flagg, menyebut kedua judul itu memiliki struktur serupa, frasa dominan yang mirip, dan kesan komersial yang dinilai terlalu berdekatan.
Dalam dokumen gugatan, tim hukum Maren Wade menilai bahwa kedua proyek tersebut dipasarkan ke audiens yang tumpang tindih dan menyasar konsumen yang sama. Maren Wade, yang dideskripsikan sebagai penyanyi, penulis lagu, komedian, dan penulis, mengklaim bahwa brand “Showgirl” miliknya sudah mencakup pertunjukan, tulisan, hingga media digital selama lebih dari satu dekade. Mereka juga menyebut kasus ini sebagai contoh “reverse confusion”, yakni ketika kehadiran komersial pihak yang lebih besar justru membuat publik mengira brand yang lebih dulu ada hanyalah tiruan. Gugatan tersebut turut menyeret perusahaan yang mengelola merek dagang Taylor Swift, label rekamannya, serta divisi merchandising terkait.
Album “The Life of a Showgirl” sendiri dirilis pada Oktober 2025 dan dilaporkan terjual 4 juta kopi pada pekan pertama. Visual albumnya menampilkan Taylor Swift dengan nuansa kabaret Las Vegas serta palet warna oranye dan hijau mint. Menariknya, Maren Wade sempat terlihat merangkul penggunaan citra showgirl oleh Taylor Swift di awal perilisan, termasuk melalui unggahan Instagram yang memakai musik Taylor Swift, hashtag terkait album, dan skema warna serupa, meski aktivitas media sosialnya kemudian mereda dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, perwakilan pelantun ‘Opalite’ tersebut menolak memberikan komentar atas gugatan ini.
Gugatan tersebut juga menyoroti bahwa US Patent and Trademark Office (USPTO) disebut sempat menolak pendaftaran merek untuk “The Life of a Showgirl” karena potensi kebingungan dengan merek yang sudah ada. Menurut pihak Maren Wade, hal itu seharusnya menjadi peringatan jelas bagi tim Taylor Swift bahwa nama yang dipilih berisiko menimbulkan konflik hukum. Kini, Maren Wade meminta pengadilan untuk secara permanen melarang Taylor Swift dan pihak-pihak terkait menggunakan nama maupun imagery “The Life of a Showgirl”, serta menuntut ganti rugi finansial yang akan ditentukan di persidangan.
Lihat postingan ini di Instagram