Drake Rilis Tiga Album Sekaligus, “Iceman” Jadi Sorotan karena Bahas Konflik dengan Kendrick Lamar

Oleh: riadini - 17 May 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Drake akhirnya merilis album terbarunya “Iceman” pada 15 Mei 2026 setelah berbulan-bulan membangun antisipasi. Menariknya, proyek tersebut hadir bukan sebagai satu album saja, melainkan trilogi yang juga mencakup “Habibti” dan “Maid Of Honour”, dengan total 43 lagu. Di antara ketiganya, “Iceman” menjadi pusat perhatian karena memperlihatkan sisi personal Drake, termasuk bagaimana ia memproses konflik besar dengan Kendrick Lamar yang sempat mendominasi dunia hip-hop sepanjang 2024.

Lagu pembuka ‘Make Them Cry’ langsung membawa pendengar ke sisi paling rapuh Drake. Dalam track tersebut, rapper asal Kanada ini membahas tekanan ketenaran, ekspektasi publik, kesehatan mental, hingga kondisi keluarganya. Di bagian akhir lagu, Drake mengungkap bahwa ayahnya, Dennis Graham, saat ini tengah berjuang melawan kanker. Pengakuan itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam album, terlebih mengingat hubungan Drake dan sang ayah sebelumnya sempat dikenal rumit sebelum akhirnya membaik dalam beberapa tahun terakhir. Album ini juga kembali mempertemukan Drake dengan kolaborator lamanya, Noah Shebib alias Noah “40” Shebib, serta menghadirkan nama-nama seperti Future, 21 Savage, Sexyy Red, Central Cee, hingga PARTYNEXTDOOR.

Selain penuh lagu bernuansa introspektif, trilogi ini juga dipenuhi sindiran yang diyakini mengarah pada Kendrick Lamar dan sejumlah figur lain di industri musik. Beberapa lagu seperti ‘Burning Bridges’ dan ‘2 Hard 4 The Radio’ disebut memperlihatkan luka emosional Drake pasca perseteruan besar tersebut. Meski begitu, proyek ini tetap memadukan rap agresif dengan lagu-lagu bernuansa R&B dan pop yang lebih mudah diterima radio. Banyak pihak menilai trilogi ini menjadi momen penting bagi Drake untuk membuktikan dirinya masih memiliki pengaruh besar di industri musik, sekaligus menentukan bagaimana publik akan memandang fase baru kariernya setelah salah satu konflik terbesar dalam sejarah hip-hop modern.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam trilogi album baru Drake adalah reuni dirinya dengan Future di lagu ‘Ran To Atlanta’. Kolaborasi tersebut langsung membangkitkan nostalgia penggemar terhadap mixtape legendaris “What A Time To Be Alive” yang mereka rilis pada 2015. Di lagu itu, Drake membuka verse dengan menyinggung kembali hubungannya dengan Atlanta dan perjalanan kariernya. Track tersebut juga menghadirkan Molly Santana dan disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu anthem klub terbesar dari era “Iceman”. Banyak penggemar hip-hop melihat lagu ini sebagai sinyal bahwa hubungan Drake dan Future kini benar-benar telah membaik setelah sempat diwarnai ketegangan dalam beberapa waktu terakhir.

Author

riadini

More from Creative Disc