CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Chlöe baru saja membuka era baru dalam kariernya melalui perilisan mixtape kolaboratif “Resurrection” bersama produser legendaris Timbaland. Dirilis melalui Parkwood dan Columbia Records, proyek berisi 12 lagu ini menjadi karya terbaru Chlöe setelah album “In Pieces” (2023) dan “Trouble In Paradise” (2024). Bagi penyanyi asal Atlanta tersebut, “Resurrection” menjadi kesempatan untuk menyempurnakan identitas musiknya dengan sentuhan produksi dari salah satu sosok yang selama ini menjadi inspirasinya. Sementara bagi Timbaland, proyek ini menandai kembalinya fokus sang produser ke ranah R&B yang telah membesarkan namanya.
Sepanjang mixtape, Chlöe dan Timbaland menghadirkan perpaduan R&B modern dengan nuansa khas produksi Timbaland yang pernah mendominasi akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Lagu seperti ‘Talking Dirty’ menampilkan ritme groovy dan lirik penuh rayuan. Lagu tersebut memadukan produksi khas Timbaland yang penuh hentakan ritmis dengan vokal Chlöe menghasilkan nuansa R&B yang sensual sekaligus energik. Melalui liriknya, Chlöe menampilkan sisi yang lebih berani dan ekspresif, sementara video musik berdurasi singkat yang disutradarai oleh Andrew Makadsi dan Derek Milton semakin memperkuat atmosfer lagu. Sejak pertama kali diperkenalkan sebagai teaser proyek ini, ‘Talking Dirty’ telah menjadi salah satu lagu yang paling dinantikan dan memberikan gambaran jelas tentang chemistry musikal antara Chlöe dan Timbaland dalam “Resurrection.”
Meski tidak berupaya menciptakan ulang arah baru bagi R&B futuristis, “Resurrection” berhasil menghadirkan warna segar ke dalam genre yang belakangan dianggap kehilangan daya tariknya. Chlöe tampil percaya diri saat mengeksplorasi tema cinta, patah hati, hingga pemberdayaan diri. Momen tersebut terasa semakin kuat pada ‘Better Than She Can’ yang bernuansa future-disco, hingga penutup ‘Jittery’ yang memadukan elemen footwork dengan produksi eksperimental.