CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Pernah bayangin nggak seperti apa jadinya kalau Olivia Rodrigo, Chappell Roan, Sabrina Carpenter, dan Rachel Zegler berbagi satu panggung musikal? Mungkin jawabannya ada pada Emei. Penyanyi sekaligus penulis lagu keturunan Tionghoa-Amerika yang berbasis di Los Angeles ini baru saja melepas EP teranyarnya, “Night at the Opera”, lewat Atlantic Records dan Nice Life Records.
Di proyek ini, ia memadukan kejujuran, luapan emosi, dan nuansa teatrikal yang sejak awal melekat pada musiknya, sekaligus menandai kepulangannya ke dunia teater yang membesarkan dirinya sebagai seorang “theater kid”.
Berbarengan dengan EP-nya, Emei turut membagikan single terbarunya ‘Noah’. Lagu ini bercerita soal rasa kagum pada seseorang yang ternyata jauh dari bayangan, dan ia sendiri menyebutnya sebagai diss track. Menurutnya, ‘Noah’ ibarat surat untuk dirinya di masa lalu sekaligus untuk siapa pun yang pernah berhadapan dengan pria performatif khas Los Angeles. Sosok Noah yang awalnya tampak seperti pria idaman justru ia gambarkan ternyata cukup menyebalkan.
Untuk menggarap EP ini, Emei menggandeng dua nama peraih GRAMMY® Awards: penulis lagu Justin Tranter yang pernah berkolaborasi dengan Chappell Roan, Justin Bieber, dan Selena Gomez, serta produser Ricky Reed yang dikenal lewat karyanya bersama Lizzo, Leon Bridges, dan Phantogram. Lima lagu di dalamnya mengandalkan hook pop yang catchy, lirik apa adanya, dan produksi yang dinamis. Emei mengungkap bahwa inilah versi dirinya yang paling jujur, dengan musik yang menyenangkan, konyol, dan benar-benar sesuai keinginannya.
Lebih dari sekadar kumpulan lagu, “Night at the Opera” tumbuh dari masa berkabung usai kepergian sang nenek tercinta pada 2024, sosok yang begitu dekat dengannya sejak kecil. Segala rasa kehilangan, perpisahan, hingga krisis seperempat abad yang ia rasakan dituangkan ke dalam proses kreatif EP ini. Hasilnya menjadi salah satu karya paling berani dan personal sepanjang kariernya, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu pendatang baru paling menarik di kancah pop saat ini.
Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat keturunan Tionghoa yang bernama asli Emily Li Hershkowitz, ini berbasis di Los Angeles. Tumbuh besar di New Jersey dengan akar budaya Tionghoa yang kuat, ia sempat meraih posisi tiga besar di ajang Chinese Idol saat berusia 15 tahun sebelum melanjutkan pendidikan di Yale University di bidang cognitive science. Nama Emei mulai mencuri perhatian pada 2022 lewat ‘Late to the Party’ yang viral di TikTok, lalu kian mapan lewat ‘Scatterbrain’ yang masuk daftar Spotify Best Pop Songs of 2023.