CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu asal Los Angeles, Malcolm Todd, resmi merilis album kedua bertajuk “Do That Again” pada 5 Juni 2026. Album ini lahir dari periode penuh energi dalam hidup Malcolm yang baru saja usai tur, melalui perpisahan, dan merasakan kebebasan yang meluap-luap. Semangat itu ia tuangkan selama enam bulan penuh dalam sesi rekaman panjang siang dan malam bersama tim kolaborator yang solid di Electric Lady Studios, New York, dan Chaplin Recording Studios, Los Angeles, hingga semuanya terasa tepat.
Album ini juga melanjutkan perjalanan yang dimulai dari EP ‘Demos Before Prom’ dan album self-titled debutnya yang telah meraih lebih dari 600 juta streams secara global.
‘Difficult Love’ menjadi single pilihan bersama perilisan album. Lagu ini menghadirkan nuansa mewah dengan sentuhan hip-hop yang memantul, seolah Malcolm sedang menikmati satu-satunya jenis cinta yang tampaknya ia kenal, yaitu cinta yang tidak pernah mudah. Dalam konteks keseluruhan album, ‘Difficult Love’ merangkum tema besar “Do That Again” dengan sangat pas: hubungan yang rumit dan emosi yang besar, namun disajikan dalam skala paling manusiawi dan intim.
Lagu lain dari album ini, ‘I Saw Your Face’, yang ditulis pada November 2025 dan menghabiskan dua bulan penuh untuk dipecahkan produksinya. Malcolm hampir kehilangan harapan sebelum akhirnya merombak total lagu tersebut dari nol tepat di hari terakhir sesi rekaman. “Aku tahu seberapa bagus lagu itu. Aku mulai kehilangan harapan. Lalu di detik terakhir, kami berhasil mewujudkannya,” ungkapnya.
Malcolm Todd disebut sejalan dengan deretan artis seperti Omar Apollo, Mk.Gee, dan Steve Lacy, para musisi yang dengan bebas melampaui batas genre dan unggul dalam menyederhanakan emosi besar ke skala paling personal, dengan musik yang sama-sama dipengaruhi indie confessional dan valentines R&B, yang kini digemari para genZ.
Sejak album debutnya ia mengakui bahwa dirinya “bukan Harry Styles”, dan di album baru ini kembali hadir realistis dengan lirik “Life’s not a movie, I’m not a movie star” dalam ‘I Saw Your Face’. Salah satu lagu di album ini berjudul ‘Malcolm in the Middle’ yang mereferensikan sitkom populer awal 2000-an, di mana ayah Malcolm pernah menjadi penulis dan dia sendiri sempat muncul sebagai anak kecil di serialnya. Namun lagu ini bukan keluhan tentang tumbuh besar di bayang-bayang ketenaran, melainkan sebuah pergulatan kompleks tentang politik dalam hubungan.
Dengarkan album “Do That Again” berikut ini: