CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Artis elektronik dan aktivis lingkungan asal Thailand, NOTEP, merilis ‘Crystallise’ pada 8 Juni 2026 melalui Platoon. Single kedua dari EP mendatangnya, “PAKARANG” (kata Thai untuk karang), ini sengaja hadir bertepatan dengan Hari Samudra Sedunia (World Oceans Day), melanjutkan eksplorasinya tentang kesejajaran diam-diam antara terumbu karang, lautan, dan tubuh manusia. “‘Crystallise’ adalah karya tentang penyerahan diri, kepercayaan, dan transformasi,” kata NOTEP. Memadukan vokal eteris, beat elektronik, dan synth yang terinspirasi gerak ombak, lagu ini berbicara tentang melepaskan dan memercayai bahwa alam bisa menuntun kita kembali kepada diri sendiri.
Terinspirasi oleh cara karang, kristal, dan jiwa manusia sama-sama dibentuk oleh tekanan dan waktu, NOTEP menyebut lagu ini sebagai pengingat bahwa kejernihan datang ketika kita berhenti melawan arus. Tema ini menyambung langsung dari single pertama “PAKARANG” berjudul ‘Radio’, yang membawa gagasan bahwa lautan dan tubuh tersusun dari mineral yang sama dan mengikuti logika yang serupa.
Video musik ‘Crystallise’ merupakan hasil kolaborasi dua orang antara NOTEP dan seniman digital Cyrus James Khan, mengubah rekaman green-screen yang seluruhnya digarap di rumah menjadi lanskap samudra bernuansa sci-fi, lengkap dengan pantulan kristalin, struktur karang, makhluk hibrida, dan fragmen tubuh manusia.
Perilisan ini menempatkan ‘Crystallise’ dalam misi lingkungan NOTEP yang lebih luas, yakni musik bukan sebagai eksploitasi melainkan sebagai penyelarasan dengan alam. Pada 5 Juni, sebuah sesi live yang direkam di hutan mangrove lindung di Rayong, Thailand, dirilis sebagai bagian dari Mangroove, proyek yang turut ia dirikan. Sesi tersebut menjadi episode perdana dari rangkaian musik live dan dokumenter yang menampilkan musisi tampil di tengah hutan mangrove, demi meningkatkan kesadaran akan biodiversitas dan pentingnya melindungi ekosistem ini.
Bersama ‘Radio’ yang lebih dulu rilis pada 22 April 2026 yang bertepatan dengan Hari Bumi Sedunia (World Earth Day), kedua lagu ini membentuk fondasi sonik sekaligus filosofis dari EP enam lagu “PAKARANG”. Gagasan intinya, diri dan alam bukanlah dua sistem yang terpisah. Karang adalah kerangka lautan, tersusun dari mineral yang sama dengan tubuh manusia, dan seperti tubuh, ia tidak tumbuh karena dipaksa melainkan melalui penyelarasan.
“Di lanskap yang menghargai kebisingan, ‘PAKARANG’ adalah penolakan yang tenang,” ungkap NOTEP. “Ini musik yang dirancang bergerak seperti air mengelilingi struktur yang hidup.”