CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Nadin Amizah resmi merilis single terbarunya, ‘Moonlight’, pada 7 Agustus 2026. Dirilis di bawah label independennya, Sorai, lagu ini kini sudah bisa dinikmati di seluruh platform streaming musik digital. Menariknya, ‘Moonlight’ sebenarnya bukan lagu baru sepenuhnya. Penyanyi asal Bandung ini mengungkap bahwa lagu tersebut sudah ia tulis sejak masa SMA dan sempat beberapa kali dibawakan secara live, terutama di era “Sorai” dan “Rumpang”, jauh sebelum ia merilis album.
‘Moonlight’ didapuk menjadi pendar pembuka suasana untuk album studio ketiga Nadin yang berjudul “Laika, Yang Ditinggalkan”. Nadin menjelaskan bahwa secara sonik, ‘Moonlight’ berfungsi memperkenalkan dunia dari sosok sentral dalam album ini, Laika, sebelum pendengar benar-benar mengenal karakternya lebih jauh. Satu hal yang mencolok dari ‘Moonlight’ adalah pilihan bahasanya. Berbeda dari gaya khas Nadin yang biasanya sarat lirik puitis berbahasa Indonesia, kali ini ia menulis sepenuhnya dalam bahasa Inggris, sebuah anomali yang menurutnya juga berasal dari peninggalan lagu-lagu masa SMA-nya.
Untuk penggarapan album “Laika, Yang Ditinggalkan” secara keseluruhan, Nadin melakukan eksperimen produksi yang cukup berani dengan melibatkan 10 produser berbeda, termasuk nama-nama seperti Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, dan Feby Putri. Khusus untuk ‘Moonlight’, ia mempercayakan posisi produser utama kepada Dissa Kamajaya, sebuah keputusan yang menurutnya sudah ia rancang sejak proses penulisan lagu itu sendiri.
Judul “Laika, Yang Ditinggalkan” sendiri diambil dari kisah nyata Laika, anjing yang dikirim Uni Soviet dalam misi luar angkasa satu arah pada 1957 dan meninggal akibat kepanasan ekstrem serta stres berat hanya empat hari setelah mengorbit. Bagi penyanyi berusia 26 tahun peraih empat kali AMI Awards ini, termasuk kategori Best Folk/Country/Ballad Production (2019, 2020, 2024) dan Best Newcomer (2019), kisah Laika menjadi cerminan tentang bagaimana setiap makhluk berusaha mengisi kekosongan dalam dirinya, mencari makna cinta dan rumah, hingga pada titik tertentu berubah menjadi amarah.