Dari Los Angeles, Francis Karel Pulang ke Jakarta Bawa Cerita Kenangan Lewat Single ‘Purple Skies’

Oleh: welly - 30 Sep 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Francis Karel, yang kini lebih akrab disapa Francis, resmi kembali menyapa publik Indonesia lewat single terbarunya, ‘Purple Skies’. Lagu ini menandai babak baru bagi Francis setelah beberapa tahun tinggal di Los Angeles dan tumbuh sebagai singer-songwriter di tengah ekosistem industri musik Amerika. Kini, musisi berusia 27 tahun ini kembali ke Jakarta, membawa pulang pengalaman dan perspektif barunya sekaligus membuka ruang eksplorasi musik yang lebih luas.

‘Purple Skies’ lahir dari proses yang cukup spontan, ditulis Francis hanya dalam waktu sekitar empat jam, berangkat dari sebuah hubungan romantis yang singkat namun membekas. Menariknya, Francis tidak memaknainya sebagai lagu patah hati, melainkan sebagai cara menyimpan kenangan yang pernah terasa baik.

“Buat aku, ‘Purple Skies’ bukan tentang meminta sesuatu untuk kembali. Lebih ke perasaan hangat ketika kita mengingat sesuatu yang pernah membuat kita bahagia. Kenangannya tetap ada, dan entah bagaimana perasaan bahagianya juga tetap ada,” ujarnya. Cerita ini juga diterjemahkan lewat video musik yang dibintangi Chicco Kurniawan dan Diandra Agatha, membawa penonton dalam perjalanan imajinatif naik roket menuju dunia yang terbentuk dari memori dan nostalgia, dengan konsep yang digarap Francis sejak awal bersama sutradara Imaji Fabiandava.

Di balik ‘Purple Skies’, Francis juga tengah menjajal sisi baru dalam kariernya sebagai produser musik, dimulai dari dua adiknya sendiri, Maura Gabriella dan Michelle Karla. Francis berada di balik produksi ‘Read The Sign’ milik Maura dan ‘Digital Pillow Talk’ milik Michelle, yang sama-sama dirilis bersamaan pada 30 September 2026. Meski begitu, ketiga rilisan ini bukan debut sebuah sibling group, melainkan tetap tiga perjalanan solo dengan karakter berbeda, Francis lewat kehangatan nostalgia di ‘Purple Skies’, Maura dengan energi yang lebih berani dan kasual di ‘Read The Sign’, dan Michelle lewat cerita intim tentang hubungan jarak jauh di ‘Digital Pillow Talk’.


Perjalanan Francis sendiri sudah dimulai jauh sebelum momen ini, sejak namanya pertama kali dikenal lewat ‘Little Boy’ pada 2018, dilanjutkan dua EP, “Handle With Care” (2022) dan “Crash & Burn” (2023). Selama di Amerika Serikat, ia sempat berkolaborasi dengan sejumlah nama internasional seperti Jin (BTS), SHINee, Colton Dixon, Drew Louis, Louis Knight, dan Seven Lions, bahkan ikut dalam tur Amerika bersama Andy Grammer dan MAX. Kini, Francis membawa pulang seluruh pengalaman itu ke Jakarta, bukan untuk mengubah arah musiknya, melainkan melanjutkan apa yang selama ini paling ia sukai, menulis lagu, bertemu cerita-cerita baru, dan mengeksplorasi ruang kreatif yang lebih luas sebagai seorang produser.

Author

welly

More from Creative Disc