CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – The Weeknd mengejutkan penggemarnya dengan membawakan lagu baru yang belum pernah dirilis sebelumnya, mengambil sampel dari salah satu musik paling ikonik dalam sejarah anime. Lagu ini tampil perdana secara live saat pembukaan tur Asia dari “After Hours Til Dawn” miliknya, tepatnya pada Jumat, 19 September, di Belluna Dome, Saitama, dekat Tokyo.
Abel Tesfaye, nama asli The Weeknd, membawakan lagu berjudul ‘Tokyo’ ini bersama penyanyi Jepang Yoko Takahashi, dengan memasukkan unsur dari ‘A Cruel Angel’s Thesis’, lagu J-pop tahun 1995 yang dinyanyikan Takahashi sebagai tema pembuka serial anime legendaris Neon Genesis Evangelion.
Dalam segmen tersebut, Takahashi juga membawakan ‘A Cruel Angel’s Thesis’ secara utuh, sementara Tesfaye memilih mundur dan menonton dari belakang panggung. Penampilan ini digarap sebagai kolaborasi multimedia penuh, dengan visual yang disutradarai oleh Yoko Taro, sosok kreatif di balik seri video game NieR, memadukan imaji dari Neon Genesis Evangelion dan NieR: Automata (2017). Tesfaye sendiri hanya mengkreditkan karya ini lewat media sosial sebagai “Presented by YOKO TARO ft. YOKO TAKAHASHI.”
‘Tokyo’ menjadi lagu kedua yang terhubung dengan nama kota dan belum dirilis secara resmi, yang diperkenalkan Tesfaye sepanjang tur ini. Sebelumnya pada April lalu, ia juga membawakan lagu berjudul ‘Rio’ bersama bintang asal Brasil, Anitta, saat konser di Rio de Janeiro, lengkap dengan film animasi yang disutradarai sineas Jepang Takashi Miike.
Presented by YOKO TARO ft. YOKO TAKAHASHI pic.twitter.com/a8wUBHV7k6
— The Weeknd (@theweeknd) September 19, 2026
Rentetan materi baru ini terbilang mengejutkan, mengingat Tesfaye sempat berulang kali mengisyaratkan niatnya untuk pensiun dari nama The Weeknd setelah merilis album “Hurry Up Tomorrow” pada 2025, yang menutup trilogi yang dimulai lewat “After Hours” (2020) dan “Dawn FM” (2022). Namun kini dirinya menyampaikannya secara tegas. Di hadapan penonton Stockholm bulan lalu, ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah menghilang, karena terlalu mencintai pekerjaan ini untuk benar-benar berhenti. Ia mengaku sempat mencoba merasakan masa pensiun, namun tidak menyukai perasaan yang ditimbulkannya, dan menegaskan akan terus berada di sini bersama para penggemarnya selamanya. Pekan ini, ia kembali menyampaikan hal serupa kepada GQ Hong Kong, mengungkapkan bahwa ia sempat merasakan sekilas seperti apa rasanya pensiun, dan menyadari bahwa hal itu bukan untuknya, karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa menggantikan perasaan yang ia dapatkan dari ini.