UPDATE: Izin Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur Dicabut, Sang Penyanyi Tegaskan Konser di Indonesia Murni untuk Seni

Oleh: riadini - 14 Oct 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – (UPDATE) Rencana konser tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 31 Oktober 2026 kini menghadapi ketidakpastian setelah Polresta Magelang mencabut rekomendasi izin penyelenggaraannya. Mengutip CNN Indonesia pada 14 Oktober kemarin, Wakil Kepala Polresta Magelang AKBP Bim Rekoaji mengonfirmasi keputusan tersebut dalam audiensi bersama kelompok masyarakat yang menolak konser di Kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB), pada Selasa 13 Oktober. Meski membenarkan pencabutan rekomendasi, Bim Rekoaji tidak memerinci alasan di balik keputusan itu. Sementara itu, Commercial Group Head PT TWB, AY Suhartanto, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan manajemen pusat untuk membahas kelanjutan acara dengan mempertimbangkan pernyataan kepolisian. Polemik ini juga muncul setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pembatalan konser karena menyoroti dugaan keterkaitan sang penyanyi dengan kegiatan yang dinilai mendukung Israel. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kelanjutan konser tersebut.

Andrea Bocelli menegaskan bahwa rencana penampilannya di Indonesia berlandaskan kecintaan terhadap musik dan nilai kemanusiaan, bukan untuk menyampaikan pesan politik atau mendukung pihak tertentu. Pernyataan ini disampaikan menyusul desakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar pemerintah membatalkan konser sang tenor asal Italia tersebut. Dalam keterangan tertulis pada Senin, 12 Oktober, penyanyi 68 tahun tersebut menjelaskan bahwa ia ingin musiknya dapat dinikmati oleh siapa pun, tanpa dibatasi perbedaan agama maupun pandangan politik. Ia juga memastikan bahwa tidak ada penggalangan dana ataupun pendapatan dari konsernya yang dialokasikan untuk kepentingan politik atau militer.

Sang penyanyi turut merespons sorotan terhadap penampilannya pada masa lalu yang kembali menjadi perbincangan di tengah polemik ini. Ia menyatakan bahwa sepanjang kariernya, tujuan utama setiap pertunjukan adalah membagikan musik melalui suaranya. Penyanyi yang telah menjual lebih dari 90 juta album tersebut juga menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha menjaga jarak dari politik dan keberpihakan politik. Meski demikian, rekam jejaknya yang disebut-sebut berkaitan dengan kegiatan penggalangan dana bagi pasukan militer Israel pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022 menjadi alasan MUI mempertanyakan kelayakan konsernya di Indonesia. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, bahkan menyerukan agar panggung tidak diberikan kepada pihak yang dinilai ikut mendanai pembunuhan warga Gaza dan Palestina.

Andrea Bocelli dijadwalkan tampil di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan Jakarta pada 3 November 2026. Namun, kelanjutan konser tersebut masih menjadi sorotan setelah pemerintah sebelumnya membatalkan pertunjukan Israel Houghton bersama grup Israel & New Breed yang direncanakan berlangsung pada 5 Oktober 2026. Pembatalan itu berkaitan dengan dugaan pemanfaatan pertunjukan untuk kampanye politik yang mendukung Israel. Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Bayu Aji, menyatakan bahwa pihaknya masih mempelajari situasi terkait konser Bocelli. Ia juga menegaskan bahwa kementeriannya akan mengikuti keputusan dan arahan MUI apabila lembaga tersebut telah menetapkan sikap. Hingga pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 13 Oktober kemarin, pemerintah belum mengumumkan keputusan resmi mengenai nasib konser sang tenor di Indonesia.

Author

riadini

More from Creative Disc