CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Kate Nash mengumumkan album studio keenamnya, “Cailín”, yang dijadwalkan rilis pada 22 Januari 2027. Album ini menjadi karya terbarunya sejak “9 Sad Symphonies” pada 2024, sekaligus proyek yang telah ia kerjakan selama 11 tahun. Menjelang perilisan album, penyanyi asal Inggris tersebut merilis single ketiga berjudul ‘Freedom of Me’ pada 13 Oktober 2026, menyusul ‘Spilt Milk’ dan ‘Famine’. Mengusung musik punk, lagu ini mengkritik penyalahgunaan istilah “freedom of speech” atau kebebasan berbicara, yang menurut Kate Nash kerap dijadikan pembenaran untuk menyebarkan ujaran kebencian dan meremehkan pengalaman korban kekerasan.
Ia menjelaskan bahwa inspirasi lagu ini muncul dari pengamatannya terhadap cara media sosial mengadopsi obsesi terhadap kebebasan berbicara, terutama melalui perspektif politik Amerika Serikat. Ia mempertanyakan mengapa kebebasan berbicara sering ditempatkan di atas hak seseorang untuk hidup aman, mendapatkan layanan kesehatan, dan terbebas dari kekerasan. Kemarahannya juga dipicu oleh cara media dan masyarakat memperlakukan perempuan dalam kasus kekerasan seksual, termasuk kecenderungan meragukan korban, melontarkan lelucon, hingga kehilangan perhatian terhadap persoalan tersebut. Kate Nash menilai bahwa sikap seolah terkejut ketika kasus-kasus semacam ini mencuat justru menutupi kenyataan bahwa perilaku merendahkan perempuan masih dianggap lumrah. Melalui “Freedom of Me”, ia ingin menyoroti bagaimana wacana kebebasan berbicara dapat mengaburkan persoalan ketidakadilan dan perlindungan terhadap kelompok rentan.
Album Cailín terdiri dari 12 lagu yang direkam bersama produser KoOoLkOjAk di Stiúideo Cuan, Spiddal. ‘Freedom of Me’ dilepas bersamaan dengan video musik yang disutradarai Tom Beard dan direkam di Dublin. Dalam video tersebut, Kate Nash mengenakan alat penyiksaan abad pertengahan bernama Heretic’s Fork, yang dahulu digunakan untuk membatasi gerakan kepala dan menghalangi seseorang berbicara atau tidur. Ia sengaja menggunakan visual yang tidak nyaman untuk memperkuat pesan lagu tentang pembungkaman dan tekanan terhadap suara yang dianggap mengganggu.