CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Rachel Chinouriri membuka sisi personal dari perjalanan hidupnya lewat single terbaru ‘Broken chair’, yang dirilis pada 28 September 2026. Lagu ini menjadi single ketiga dari album keduanya, “I think I spoke too soon”, yang akan hadir pada 16 Oktober melalui Parlophone/Atlas Artists. Ditulis sang penyanyi bersama Lucy Dacus, Aaron Paul O’Brien, Eli Teplin, dan Mary Weitz di Los Angeles, lagu ini memadukan melodi synth yang cerah dengan beat yang mengajak bergoyang, meski tema yang dibawanya justru cukup reflektif.
‘Broken chair’ membahas hubungan Rachel Chinouriri dengan kebiasaan berpesta dan minum alkohol, termasuk kesadaran yang mulai muncul ketika ia mempertanyakan kembali gaya hidup tersebut. Dalam proses penulisannya bersama Lucy Dacus, Rachel Chinouriri merasa mendapat dukungan untuk menerima dirinya apa adanya dan tidak merasa harus menjadi sosok tertentu untuk dianggap cukup.
Cerita dalam ‘Broken chair’ menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar di album “I think I spoke too soon”. Berisi 12 lagu, album ini ditulis dan direkam oleh penyanyi 27 tahun tersebut di London, Hereford, dan Los Angeles bersama sejumlah kolaborator, termasuk apob, Mary Weitz, Glen Roberts, Daniel Hylton-Nuamah, Lucy Dacus, dan Eli Teplin. Rachel Chinouriri menggambarkan album tersebut sebagai catatan kehidupannya antara usia 22 hingga 27 tahun, termasuk proses memahami sobriety, perubahan dalam dirinya, feminitas, hubungan, serta belajar menerima kesalahan masa lalu. Melalui album ini, ia juga ingin menyampaikan bahwa seseorang selalu memiliki kesempatan untuk berubah, belajar dari kesalahan, dan terus melangkah.