CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Pertunjukan paruh waktu Super Bowl LIX milik Kendrick Lamar telah memicu gelombang kontroversi dengan diterimanya 125 keluhan resmi oleh Federal Communications Commission (FCC). Peristiwa yang terjadi belum lama ini ini memperlihatkan betapa kompleksnya apresiasi seni musik dalam ruang publik Amerika.
Sebagian besar keluhan mencerminkan keberatan moral terhadap konten pertunjukan. Seorang penonton dari Lenox, Illinois, secara terang-terangan menyatakan, “Pertunjukan paruh waktu sangat buruk dengan bahasa dan gerakannya. Anak-anak saya yang lebih muda tidak perlu melihat dan mendengar ini!”
Beberapa pengamat bahkan meminta agar acara musik Super Bowl ke depannya lebih “ramah keluarga”. Mereka berharap hiburan yang dapat “menunjukkan seperti apa Amerika seharusnya; keluarga, negara, kesopanan, dan rasa hormat.”
Menariknya, fenomena komplain terhadap pertunjukan Super Bowl bukanlah hal baru. Sebelumnya, pertunjukan Rihanna mengundang 100 halaman keluhan, sementara penampilan Adam Levine di 2019 memicu lebih dari 50 pengaduan.
Yang membedakan adalah skala pengaruh Kendrick Lamar. Pertunjukannya berhasil menarik:
1. 128 juta pemirsa televisi global
2. 3,65 miliar penayangan
3. 1,7 miliar konten yang dibuat pengguna
Di luar kritik formal, terdapat nada politis dalam beberapa komentar. Beberapa komentator konservatif secara terbuka keberatan dengan tampilnya seniman kulit hitam di panggung utama acara nasional.
Salah satu komentar paling kontroversial datang dari seorang pendukung Drake yang mendakwa Lamar membuat “klaim palsu dan memalukan” di televisi nasional.
Pertunjukan Kendrick Lamar tidak sekadar sebuah pertunjukan musik, melainkan pernyataan seni yang memantik diskusi mendalam tentang batas-batas ekspresi, representasi budaya, dan definisi “kesopanan” dalam ruang publik Amerika.
Kendrick Lamar sendiri akan segera membuktikan konsistensi artistiknya melalui Tur Nasional Besar bersama SZA yang akan dimulai bulan depan, mengajak penggemar untuk terus mengapresiasi musik sebagai medium ekspresi yang bebas.