CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Sementara tahun 2024 menjadi tahun fenomenal bagi beberapa bintang pop pendatang, Gracie Abrams memiliki pandangan unik tentang perjalanan kariernya yang berbeda dari rekan-rekannya.
Dalam wawancara terbarunya dengan Billboard yang terbit Kamis (17/4), penyanyi hit ‘That’s So True’ ini membagikan perspektif menarik tentang kebangkitan dirinya bersama Sabrina Carpenter dan Chappell Roan.
“Ketika saya memikirkan tentang kebangkitan mereka berdua, rasanya seperti, bum,” ungkap Abrams dalam wawancara dengan penulis staf Hannah Dailey. “Saya merasa saya hampir sedikit luput dari perhatian [dibandingkan yang lain].”
Meski merasa berada di bawah radar, Abrams tidak segan mengekspresikan kekagumannya pada kedua rekannya tersebut. “Dalam budaya pop, dampak yang diberikan Sabrina dan Chappell terhadap industri ini sangat menarik untuk disaksikan,” pujinya. “Lupakan menjadi seorang artis dan seseorang yang juga mengeluarkan musik. Saya pikir sebagai seorang anak muda, ada sesuatu yang sangat membebaskan tentang katalog musik mereka dan cara mereka memilih untuk menjalankan bisnis mereka.”
Pandangan Abrams ini menarik mengingat kesuksesannya sendiri yang tidak bisa dianggap remeh. Album keduanya, The Secret of Us, berhasil menduduki peringkat kedua di Billboard 200 setelah dirilis Juni lalu. Basis penggemarnya tumbuh secara eksponensial, memungkinkan dia beralih dari tampil di teater-teater ke arena-arena besar untuk tur internasionalnya yang sedang berlangsung.
Dalam wawancara yang sama, Abrams juga mengungkapkan bagaimana Lorde membantunya tetap membumi di tengah popularitasnya yang meningkat. “Dia seperti berusia 800 tahun di dalam hatinya,” katanya tentang penyanyi “Green Light” tersebut. “Setiap kali kami bersama, saya merasa sistem saraf saya bekerja secara berbeda.”
Selain Lorde, Doechii dan Lady Gaga juga masuk dalam daftar musisi wanita yang dikagumi Abrams. Tentang Mother Monster, dia berkomentar, “Ketika saya memikirkan penulis lagu hebat, dia menjadi yang teratas dalam pikiran saya akhir-akhir ini.”
Meski merasa “tenggelam” di balik kilau Carpenter dan Roan, perjalanan Abrams membuktikan bahwa ada berbagai jalur menuju kesuksesan dalam industri musik—dan terkadang, merangkak perlahan namun pasti bisa menjadi strategi yang sama efektifnya dengan ledakan popularitas mendadak.