Zara Larsson Pamer Pesona Glamor dan Liar di Video Musik ‘Pretty Ugly’

Oleh: Achmad Bagas - 27 Apr 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Zara Larsson kembali mencuri perhatian publik dengan video musik terbarunya, ‘Pretty Ugly,’ yang memadukan estetika glamor dengan sentuhan kebebasan liar yang berani. Tampil memesona namun jauh dari kesan rapi dan anggun, Zara menunjukkan sisi lain dari dirinya yang penuh semangat, kebebasan, dan pemberontakan.

Dalam video yang disutradarai oleh Charlotte Rutherford, Zara tampil mencolok duduk di dalam sebuah mobil Volkswagen tua yang lusuh—kontras dengan aura bintangnya yang bercahaya. Tatapannya tajam terpancar melalui kaca spion, memancarkan kepercayaan diri. Begitu keluar dari mobil, dia tak memakai sepatu hak tinggi seperti diva pada umumnya. Sebaliknya, ia bertelanjang kaki, siap mengguncang malam dengan tarian penuh energi.

Setting video membawa kita ke sebuah lapangan berlumpur, tempat Zara menari bersama sekelompok perempuan penuh semangat. Koreografi yang diciptakan Zoi Tatopoulos terinspirasi dari gerakan cheerleader yang diubah menjadi bentuk ekspresi pemberontakan. 

‘Pretty Ugly’ akan menjadi bagian dari album kelima Zara yang rencananya akan dirilis tahun ini. Sebelumnya, ia sudah memberi petunjuk lewat perubahan foto profil Instagram dan papan iklan Coachella yang menyindir dengan tulisan, “Weekend One If You’re Pretty, Weekend Two If You’re Ugly.” Ini menjadi langkah promosi nyeleneh khas Zara yang selalu berhasil menarik perhatian.

Album terakhirnya, “Venus,” telah dirilis lebih dari setahun lalu. Kini, ia bersiap menyapa penggemar lewat tur bersama Tate McRae dalam ‘So Close to What Tour’ yang akan dimulai bulan Agustus mendatang.

Lebih dari sekadar lagu pop catchy, ‘Pretty Ugly’ menjadi medium bagi Zara untuk menyampaikan keresahannya tentang standar ganda terhadap perempuan. Dalam wawancara bersama British GQ, ia pernah menyatakan frustrasinya terhadap bagaimana perempuan dinilai hanya dari penampilan. “Saat perempuan dianggap tidak cukup cantik, mereka dikritik. Tapi ketika mereka mencoba ‘memperbaiki diri’, mereka juga tetap diserang,” ujarnya.

Dengan karya ini, Zara tak sedang berusaha menjadi ikon feminis yang “sempurna”, melainkan perempuan yang berani menjadi dirinya sendiri—liar, tidak terduga, dan berantakan. Lewat ‘Pretty Ugly,’ ia membuktikan bahwa kekuatan seorang perempuan bisa terlihat bahkan saat dirinya tidak sempurna—dan itu justru membuatnya semakin menarik.

Tags:

Author

Achmad Bagas

More from Creative Disc