Lorde, Paramore Hingga My Bloody Valentine Bergabung dalam Boikot Streaming Israel ‘No Music For Genocide’

Oleh: welly - 27 Nov 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Semakin banyak musisi yang bergabung dalam gerakan ‘No Music For Genocide’, yaitu My Bloody Valentine, Shygirl, Paris Paloma, Denzel Curry dan sejumlah musisi lain. Mereka bergabung dalam boikot layanan streaming di Israel, yang sudah berisikan daftar lebih dari 1000 musisi, termasuk Lorde, Paramore, Clairo, Björk, yang meminta katalog musik mereka ditarik dari platform di negara tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Kampanye ini menyerukan agar artis dan pemegang hak cipta melakukan pembatasan akses konten berdasarkan lokasi geografis pengguna (geo-blocking), serta menarik musik mereka dari layanan streaming yang beroperasi di Israel.

Gerakan ‘No Music For Genocide’ ini pertama kali diluncurkan pada September dengan lebih dari 400 musisi, dan semakin mendesak seiring laporan adanya ratusan dugaan pelanggaran gencatan senjata sejak perjanjian yang diprakarsai AS pada Oktober lalu.

Dalam pernyataannya, ‘No Music For Genocide’ menegaskan bahwa langkah ini terinspirasi dari boikot budaya terhadap apartheid Afrika Selatan. Mereka menolak “normalisasi” terhadap apa yang disebut sebagai tindakan genosida, pendudukan ilegal, dan pelanggaran HAM oleh Israel. “Musik adalah bahasa universal sekaligus sarat politik; pertanyaannya adalah apakah kita menggunakannya untuk keadilan,” tulis kelompok tersebut.

Sebagai bagian dari kampanye mereka, ‘No Music For Genocide’ menggelar acara penggalangan dana perdana di New York bulan Oktober, berhasil menghimpun $7.000 untuk disalurkan ke program bantuan langsung serta dana pendukung keluarga di Gaza dan Tepi Barat. Gerakan ini menegaskan bahwa tekanan budaya tetap menjadi alat penting dalam mendorong perubahan dan solidaritas global.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @nomusicforgenocide

Author

welly

More from Creative Disc