CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – The Weeknd resmi memasuki langkah bisnis besar dengan Lyric Capital Group lewat sebuah kesepakatan investasi katalog musik yang disebut sebagai salah satu yang paling signifikan dalam sejarah artis kontemporer. Dalam kerja sama ini, Lyric Capital Group mengambil porsi investasi pada katalog musik milik penyanyi bernama asli Abel Tesfaye tersebut sejak awal kariernya hingga rilisan tahun 2025. Meski demikian, The Weeknd tetap mempertahankan kendali kreatif serta kepemilikan atas master rekaman dan hak penerbitan melalui perusahaan baru yang dibentuk bersama, dengan struktur yang sengaja dirancang untuk tidak menyerupai penjualan katalog tradisional.
Kesepakatan tersebut hanya mencakup karya yang telah dirilis hingga 2025, sementara seluruh materi musik The Weeknd ke depan berada di luar perjanjian. Hubungannya dengan XO, Republic Records, dan Universal Music Group tetap berjalan seperti sebelumnya, begitu pula dengan Universal Music Publishing Group yang masih mengelola hak penerbitannya. Sumber yang dekat dengan negosiasi menyebutkan bahwa The Weeknd sejak awal menginginkan model kerja sama yang menjaga otoritas penuh atas aset musik dan warisan kreatifnya.
Nilai kesepakatan ini diperkirakan melampaui 1 miliar dolar AS, atau sekitar Rp15 triliun, menempatkannya di jajaran transaksi katalog artis terbesar sepanjang masa, hanya kalah dari akuisisi katalog Queen oleh Sony Music yang bernilai sekitar 1,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp 20 triliun. Langkah ini sejalan dengan kekuatan komersial The Weeknd yang terus menguat, dengan lebih dari 120 juta pendengar bulanan di Spotify dan tur “After Hours ’Til Dawn” yang telah menembus pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS. Pihak Lyric Capital Group menilai kolaborasi ini sebagai model baru yang lebih ramah bagi artis dalam mengelola aset, musik, dan legacy mereka di level tertinggi industri.