Mick Abrahams, Gitaris Awal dan Pendiri Jethro Tull, Meninggal di Usia 82 Tahun

Oleh: riadini - 29 Dec 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Mick Abrahams, gitaris asli sekaligus salah satu pendiri band rock legendaris Jethro Tull, meninggal dunia pada usia 82 tahun. Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh vokalis utama Ian Anderson melalui situs resmi band pada 21 Desember, setelah sebelumnya beredar di sebuah halaman Facebook penggemar pada 19 Desember. Penyebab kematian tidak diumumkan, namun musisi tersebut diketahui pernah mengalami serangan jantung pada 2009 dan didiagnosis Ménière’s disease, kondisi telinga bagian dalam yang memicu vertigo serta gangguan pendengaran. Ian Anderson menyampaikan bahwa Mick Abrahams telah mengalami penurunan kesehatan selama kurang lebih 15 tahun hingga akhirnya tidak lagi mampu tampil maupun berinteraksi secara sosial.

Dalam penghormatannya, Ian Anderson menyebut bahwa Mick Abrahams memiliki peran penting dalam formasi awal Jethro Tull yang terbentuk dari eks anggota The John Evan Band dan McGregor’s Engine. Jethro Tull resmi berdiri pada 1967 dengan Glenn Cornick dan Clive Bunker melengkapi formasi bersama Ian Anderson dan Mick Abrahams saat menggarap album debut “This Was.” Tidak lama setelah album tersebut rampung, Mick Abrahams memutuskan hengkang dan membentuk band blues rock Blodwyn Pig pada 1968. Dua album pertama mereka, “Ahead Rings Out” dan “Getting To This,” sukses menembus Top 10 tangga album Inggris sebelum grup itu bubar pada 1970. Mereka sempat reuni pada era 1990-an untuk tampil kembali dan merilis dua album, sementara Mick Abrahams kemudian menjalani karier solo serta memimpin The Mick Abrahams Band, dengan rilisan terakhirnya adalah album “Revived!” pada 2015.


Ian Anderson mengenang Mick Abrahams sebagai vokalis kuat serta gitaris liris yang penuh tenaga, dan mengatakan bahwa penampilannya dalam “Cat Squirrel” kerap menjadi sorotan di setiap panggung, termasuk ketika mereka pernah tampil bersama Cream. Terkait perpisahan mereka dari Jethro Tull, Ian Anderson menjelaskan bahwa perbedaan arah musik menjadi penyebab utama, ia ingin mengeksplorasi pengaruh musik yang lebih luas, sementara Mick Abrahams lebih ingin mempertahankan gaya rock dan blues tradisional seperti pada album pertama. Ian Anderson menutup pesannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Mick Abrahams, seraya menyebut bahwa mereka patut bangga atas warisan musik yang telah ia tinggalkan. Mick Abrahams meninggalkan istri bernama Kate, dua putra, serta cucu-cucunya.

 

Author

riadini

More from Creativedisc