CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Di tengah proses pengerjaan album studio ke-15 mereka, U2 tiba-tiba memberi kejutan dengan merilis EP baru bertajuk “Easter Lily” pada 3 April 2026. EP berisi enam lagu ini hadir sebagai lanjutan dari “Days Of Ash”, proyek enam lagu yang dirilis pada Februari lalu dan melibatkan nama-nama seperti Jacknife Lee, Adeola, Ed Sheeran, dan Taras Topolia. Kedua EP tersebut dirilis sebagai koleksi terpisah yang berdiri sendiri, sekaligus menjadi pemanasan menuju album penuh terbaru mereka yang hingga kini masih belum diumumkan judulnya dan dijadwalkan meluncur akhir tahun ini. Menariknya, “Easter Lily” juga menghadirkan penampilan tamu dari produser legendaris, Brian Eno.
Jika “Days Of Ash” lebih terasa sarat muatan politik, “Easter Lily” justru bergerak ke wilayah yang lebih personal. Dalam rilisan kali ini, Bono dan kawan-kawan mengeksplorasi tema tentang persahabatan, kehilangan, hingga harapan, dengan pendekatan yang lebih intim namun tetap reflektif. Bono mengungkapkan bahwa U2 masih berada di studio dan tengah menggarap album yang ia gambarkan sebagai karya yang “berisik, berantakan, dan penuh warna,” dirancang untuk benar-benar hidup saat dimainkan secara langsung. Menurutnya, di tengah kekacauan dunia dan kebisingan layar kecil yang terus membanjiri kehidupan sehari-hari, band ini masih memandang rock and roll yang menyala sebagai bentuk perlawanan.
Lebih jauh, Bono menjelaskan bahwa “Easter Lily” lahir dari serangkaian pertanyaan yang sangat pribadi, mulai dari seberapa kuat hubungan antar manusia bertahan di masa sulit, bagaimana memperjuangkan persahabatan, hingga apakah iman masih bisa bertahan di tengah dunia yang maknanya terus dikacaukan algoritma. Ia juga menyinggung pencarian terhadap ritual, upacara, dan momen pembaruan yang mungkin hilang dari kehidupan modern, menjadikan konsep musim semi dan Paskah sebagai simbol kebangkitan. Judul “Easter Lily” sendiri disebut sebagai penghormatan untuk album “Easter” milik Patti Smith, yang menurut Bono memberinya harapan besar saat dirilis pada 1978, ketika dirinya belum genap berusia 18 tahun.