CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Band pop-punk asal Amerika Serikat, The All-American Rejects, resmi menandai comeback mereka lewat perilisan album terbaru berjudl “Sandbox”. Album ini menjadi karya studio pertama mereka dalam 14 tahun terakhir dan menghadirkan 12 lagu yang mengeksplorasi tema tentang masa muda, proses pendewasaan, pencarian identitas, hingga tantangan menghadapi kehidupan modern. Kehadiran “Sandbox” menjadi babak baru bagi band yang dikenal lewat lagu-lagu hits seperti ‘Gives You Hell’ dan ‘Dirty Little Secret’.
Diproduseri oleh vokalis Tyson Ritter, gitaris Nick Wheeler, serta Scott Chesak, album ini menampilkan sisi The All-American Rejects yang lebih matang namun tetap mempertahankan karakter musik yang selama ini dicintai penggemarnya. Tyson Ritter mengungkapkan bahwa “Sandbox” lahir dari refleksi pribadi tentang perjalanan hidup dan proses berdamai dengan masa lalu. Menurutnya, album ini menjadi ruang untuk memahami perubahan yang terjadi dalam hidup sekaligus menghadapi realitas dunia yang terus bergerak cepat.
Respons terhadap album ini pun terbilang luar biasa. Bahkan sebelum dirilis, “Sandbox” telah mengumpulkan lebih dari 22 juta streaming global di berbagai platform digital. Selain itu, album ini mencatat lebih dari 250 ribu pre-save di Spotify dan 32 ribu pre-save di Apple Music. Popularitas The All-American Rejects juga kembali melonjak dengan raihan 11 juta pendengar bulanan di Spotify, angka tertinggi yang mereka capai dalam satu dekade terakhir.
Perilisan “Sandbox “bertepatan dengan berakhirnya rangkaian tur unik mereka yang bertajuk House Party Tour, sebuah konsep konser yang menghadirkan pertunjukan di lokasi-lokasi tidak biasa seperti sekolah, rumah mahasiswa, hingga kapal. Kesuksesan tur tersebut membuktikan bahwa The All-American Rejects masih memiliki tempat istimewa di hati penggemar lintas generasi. Menariknya, Indonesia dan Filipina saat ini tercatat sebagai dua dari lima pasar pendengar terbesar mereka di dunia, membuktikan bahwa musik The All-American Rejects tetap relevan dan dicintai di kawasan Asia Tenggara.
Dengarkan “Sandbox” berikut ini: