wave to earth Lepas Album Kedua, “bad pieces”, Hadirkan Visual Surealis untuk ‘courage’

Oleh: welly - 09 Aug 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Grup musik indie asal Korea Selatan, wave to earth, kembali dengan melepas single baru beserta video musiknya, ‘courage’. Lagu ini merupakan salah satu dari deretan lagu yang mengisi album studio kedua mereka yang berjudul “bad pieces” dan resmi dirilis pada 7 Agustus 2026.

Dengan ciri khas musiknya yang memadukan elemen indie pop dan rock alternatif yang santai, ‘courage’ hadir membawa nuansa melankolis yang kental namun tetap memberikan efek yang menenangkan. Kehadiran lagu ini memberikan sudut pandang yang dalam tentang emosi manusia yang disajikan lewat lirik puitis khas wave to earth.

Secara makna, ‘courage’ mengangkat tema tentang konflik, penyesalan, dan perjalanan waktu dalam sebuah hubungan. Lirik awal lagu ini menyoroti bagaimana pertengkaran tentang hal-hal yang tidak masuk akal, bisa membuat seseorang merasa bersalah dan menyadari betapa buruknya hal tersebut. Daniel Kim juga mengekspresikan ketakutannya akan menyakiti orang yang ia cintai seiring berjalannya hari demi hari. Lirik-lirik tersebut seolah menjadi cerminan perasaan seseorang yang sedang berada di titik jenuh dan kebingungan, namun masih memiliki niat untuk menjaga perasaannya.

Video musik ‘courage’ juga sangat mendukung narasi emosional lagu ini. Mengambil latar utama di padang rumput hijau yang luas di bawah langit cerah, video ini menampilkan berbagai adegan surealis dan absurd, seperti sekelompok orang yang tiba-tiba saling berkelahi, tumpukan kertas kantor yang beterbangan tertiup angin, hingga kemunculan pasangan pengantin dan anak-anak berseragam renang di tengah ladang. Kekacauan visual tersebut seakan merepresentasikan kerumitan isi kepala dan berbagai benturan yang terjadi di dunia nyata, yang pada akhirnya membutuhkan sebuah “keberanian” untuk menghadapinya dengan tegar.

Menariknya, judul album “bad pieces” sendiri terinspirasi dari tulisan “Bed Peace” yang terpasang di belakang John Lennon dan Yoko Ono saat aksi protes bed-in mereka pada 1969. Trio yang terdiri dari Daniel Kim, John Cha, dan Dong Q ini mengaku sengaja bereksperimen dengan instrumen dan sound baru di album ini.
“Musik ini terasa lebih dekat dengan esensi wave to earth dibanding sebelumnya,” ungkap Kim, menambahkan bahwa musikalitas masing-masing personel akhirnya menemukan wadahnya secara alami seiring waktu. Album ini juga menjadi rilisan pertama sejak EP “play with earth! 0.03” (2024) yang sempat menduduki posisi lima di Spotify’s Top Albums Debut Global Chart.

Sebagai rangkaian promosi, wave to earth akan menggelar tur dunia bertajuk “the pieces tour” yang digarap oleh Live Nation, dimulai 4 September di Vancouver dengan total 21 kota di Amerika Utara, termasuk Chicago, Boston, Minneapolis, Seattle, San Francisco, Atlanta, Austin, hingga panggung bergengsi Radio City Music Hall di New York City dan Greek Theatre di Los Angeles. Tur ini akan berlanjut ke Asia pada November mendatang dengan singgah di Bangkok, Hong Kong, Singapura, Tokyo, dan beberapa kota lainnya.

Author

welly

More from Creative Disc