February Artist of the Month: Charlie Puth

Cerita sukses Charlie Puth ga jauh-jauh dari yang namanya timing. Bagaimana tidak, setelah “dilirik” oleh label pasca video unggahannya menyanyikan lagu hit Adele, ‘Someone Like You’ ke YouTube yang mewabah, dirinya terus-terusan disorong ke permukaan, dengan kronologis kurang lebih sebagai berikut:

10 Februari 2015: debut single ‘Marvin Gaye’ dirilis, dengan menampilkan Meghan Trainor
16 Maret 2015: tampil membintangi video musik ‘Dear Future Husband’ oleh Meghan Trainor
17 Maret 2015: mencetak breakout moment dengan dirilisnya megahit ‘See You Again’ bersama Wiz Khalifa untuk soundtrack film “Fast & Furious 7”
25 April 2015: ‘See You Again’ berhasil duduk di no.1 UK Singles Chart dan Billboard Hot 100, bertahan selama 2 pekan di UK dan 12 pekan di US
1 Mei 2015: album mini “Some Type of Love” dirilis oleh Atlantic Records
20 Agustus 2015: single ‘Marvin Gaye’ menjuarai UK Singles Chart

Dengan tidak melupakan penampilan kontroversial antara Charlie dan Meghan di panggung American Music Awards 2015, nama Charlie Puth seperti disengaja oleh Atlantic untuk mendapatkan gelar The Next Big Thing. Album perdana “Nine Track Mind” yang dirilis pada awal tahun ini akan membuktikan niatan label rekamannya tersebut.

Charlie adalah pemuda kelahiran 2 Desember 1991, berasal dari kota Rumson di negara bagian New Jersey. Kegilaannya dengan musik dipupuk sejak usia 12 tahun saat ikut serta dalam kegiatan jazz pemuda-pemudi. Ia kemudian memahirkan diri di bidang musik ini dengan mengambil program jurusan studi jazz dan klasik, hingga akhirnya mendapatkan beasiswa di sekolah tinggi musik guna mempelajari bidang produksi dan teknisi musik. Itu mengapa ia sangat piawai dalam mencipta lagu sekaligus memproduserinya sendiri, meskipun dengan usia yang masih sangat muda. Pesona Charlie sebagai pesohor di belantara remaja menajam, saat dirinya memenangkan dua buah penghargaan di Teen Choice Awards 2015. Kualitas musiknya digandrungi kritik dengan kemenangan ‘See You Again’ di ajang Critics’ Choice Movie Awards, sembari diunggulkan untuk Golden Globe dan Grammy.

Keseimbangan antara kuantitas dan kualitas ini merupakan modal kuat bagi Charlie sebagai pendatang baru untuk diperhitungkan. Perkara mendompleng Wiz ataupun Meghan sudah terpatahkan saat ‘One Call Away’ dirilis. Ini adalah kesempatan pertama Charlie tampil sendiri dalam single yang ia rilis. Hasilnya? ‘One Call Away’ bisa menembus ke Top 40 di Amerika, dan bahkan Top 10 di Australia dan Selandia Baru. Di tanah air pun lagu ini sudah mulai menampakkan taringnya sebagai salah satu radio hit.

Ini memang masih awal, tapi awal yang sudah sangat menjanjikan. Charlie Puth memang pantas disimak, bukan dipandang sebelah mata. Album “Nine Track Mind” adalah album yang kompleks karena dalam pop yang ia kreasikan, terlibat juga ragam musik lain seperti rock, balada, urban, dan masih banyak lagi. Dan yang paling membuat geregetan adalah vokal Charlie yang sangat soothing! Pantas saja Warner Music Indonesia ingin agar Charlie Puth nampang sebulan penuh sebaga Artist of the Month di CreativeDisc!

Intro by: Ai Hasibuan

iTunes

Official Website Charlie Puth
Official Facebook Charlie Puth
Official Twitter @CharliePuth

Official Twitter @WarnerMusicID
Official Facebook Warner Music Indonesia
Official Website Warner Music Indonesia

About The Author

One Response

  1. siska Reply

Reply