Quantcast

CreativeDisc Interview With Dua Lipa: Konsep Autobiografi Untuk Debut Albumnya

By - 6 months ago in Artist Interviews

Rabu, tanggal 17 Mei 2017, saya berkesempatan untuk melakukan interview dengan Dua Lipa dari Warner Music Indonesia. Sungguh sangat antusias menemui penyanyi yang saya jatuh cinta sejak penampilan perdananya dengan single Be The One di MTV Push awal tahun 2016. Saat itu saya membuat status mendengarkan “Be The One” di Path dan hanya mendapat satu love. Tapi saya yakin Dua hanya menunggu waktu untuk melejit menjadi superstar dengan warna suara yang khas tapi penuh dinamika. Dan hari itu terbukti dengan sejumlah penggemar yang menanti dengan sabar penampilan Dua Lipa dalam showcase di kantor Warner Music Indonesia. Yuk simak obrolan CreativeDisc bersama Dua Lipa disini:

CD: Hai Dua Lipa, kau tahu rasanya kami sudah tidak sabar menantikan dirilisnya album perdanamu. Album ini sudah mendapat tempat dalam daftar Billboard album yang harus ditunggu dalam tahun 2017 ini. Bisa kamu ceritakan tentang ‘self titled’ album ini?

Dua Lipa: Sebagai artis baru dalam dunia musik, aku sadar aku perlu waktu untuk memperkenalkan musikku. Apalagi dalam dunia musik undahan dimana ribuan lagu dirilis setiap harinya. Jadi aku berusaha merilis berbagai single terlebih dulu supaya orang mengenalku, mengenal kecintaanku dengan beragam genre dan gaya musik. Aku bekerjasama dengan sejumlah musisi yang sudah ternama dan itu sungguh membantuku. Tentu saja aku sangat antusias dengan peluncuran albumku nantinya. Aku sudah bekerja dengan waktu yang lama untuk itu. Aku ingin orang mengenal diriku, musikku, sisi lain dari diriku. Semua lagu dalam albumku ini kutulis dengan konsep autobigrafi. Itu menjadi titik tolak saat aku mulai menulis lagu. Belajar mengenali diriku kembali, apa keinginanku. Menulis apa yang aku tahu, apa yang kurasakan, yang kupikirkan. Karena menurutku itu yang termudah. Aku menulis tentang cinta dan kisah-kisah dalam hidupku. Saat ada sesuatu kejadian yang penting dan berdampak pada diriku aku biasanya langsung menuliskannya entah di kertas, di ponsel atau dalam buku catatan. Bisa saja itu hanya satu kalimat, atau sepotong puisi atau apapun itu. Dan saat aku menuju studio aku langsung mengerjakan rangkaian kata yang sudah kutulis bersama produserku, dan akan merekamnya jika aku masih memiliki perasaan yang sama tentang lagu tersebut. Aku mengerjakan albumku dari awal sampai menit terakhir, mulai dari menulis lagu hingga proses rekaman. Sehingga aku tahu sejauh mana album ini akan terasa utuh dan berhasil mengisahkan tentang diriku di titik kehidupanku saat ini. Supaya aku dapat menceritakan kepada penggemarku seperti apa musikku dan siapa Dua Lipa itu. Di sisi lain dengan bekerjasama dengan sejumlah musisi, merilis sejumlah single, aku juga ingin membuat album perdanaku terasa baru nantinya. Aku sungguh merasa sangat antusias mengerjakan tur promosi albumku nantinya. Aku ingin membawa penggemarku ke tingkat yang berbeda dengan mengadakan pertunjukan langsung.

CD: Sejauh ini kau telah bekerjasama dengan musisi seperti Sean Paul dan Martin Garrix. Bisakah kau ceritakan tentang kisah dibalik terciptanya kedua single nikmat tersebut?

Dua Lipa: Aku pertama kali mendengar lagu “No Lie” dari temanku Emily (Emily Warren) yang menulis lagu tersebut dengan Sean Paul serta teman-teman mereka. Saat ia memperdengarkan lagu itu kepadaku, aku berkata itu wow itu lagu yang bagus, aku langsung menyukainya dengan sangat. Beberapa minggu kemudian aku mendapat telepon dari mereka yang mengatakan Sean Paul ingin berduet dengan artis baru untuk mengisi lagu tersebut dan bertanya apa aku bersedia berkolaborasi dengannya. Aku langsung saja menjawab, tentu saja, mengapa tidak, dengan senang hati aku akan menyanyikannya. Jadi aku langsung masuk studio dan mengerjakan bagian vokalku. Aku langsung menyukai hasilnya. Aku merasa ini lagu yang aku ingin nyanyikan, lagu yang aku inginkan berada di dalam albumku. Mencoba berbagai genre dan gaya musik dengan musisi lainnya. Aku dan Sean Paul kemudian bertemu, dia seorang yang luar biasa tapi tetap rendah hati. Saat kami melakukan syuting video klip aku langsung terbayang dalam benakku, seperti ini rasanya menjadi Beyonce berduet dengan Sean Paul dalam single “Baby Boy”. Itu merupakan peristiwa yang sangat menyenangkan.

Begitu pun dengan Martin Garrix. Garrix menghubungiku dengan sebuah lagu. Kami berdua dengan segera menjadi teman baik. Garrix punya energi musik yang luar biasa. Saat tampil bersamanya aku mendapat pengalaman yang berbeda. Ia punya penggemar yang berbeda dengan penggemarku yang lebih ke pop. Meskipun ada saja yang menyukai EDM maupun pop, tapi tetap saja energinya berbeda saat tampil bersamanya. Penonton akan melompat-melompat dan menari jika tampil sepanggung dengan Garrix, itu sungguh menyenangkan. Aku sungguh beruntung berkolaborasi bersamanya.

Saat ini aku juga sedang bekerjasama dengan Chris Martin. Ia seorang pribadi yang menakjubkan sebagai musisi yang sudah mapan musikalitasnya. Aku merasa lagu yang kami berdua kerjakan benar-benar istimewa. Rasanya tidak sabar menanti sampai semua orang dapat mendengarkannya. Aku sungguh beruntung bisa bekerjasama dengan Chris Martin.

CD: Apa saja sih yang memberikan pengaruh terhadap musik dan hidupmu?

Dua Lipa: Tumbuh besar dengan ayah seorang musisi, membuatku selalu dikelilingi musik, Musik benar-benar hadir dalam hidupku dan kurasa itu salah satu alasan aku jatuh ke dalam karir di dunia musik. Karena aku selalu bernyanyi di rumah, di sekolah sambil menari-nari. Sekarang aku baru menyadari panggilan untuk bernyanyi itu sudah ada jauh di dalam diriku sejak aku kecil. Setiap saat orang bertanya kepadaku ingin menjadi apa saat aku dewasa nanti, aku selalu menjadawa aku ingin menjadi seorang penyanyi. Kedua orang tuaku mendengarkan musik dari David Bowie, Radiohead dan Oasis. Sementara aku mendengarkan Pink, Nelly Furtado, Destiny’s Child dan Christina Aguilera. Saat aku berumur 11 tahun saat semua orang mendengarkan hip hop, aku pun mulai mendengarkan musik dari 50 cents, Snoop Dogg. Di satu sisi aku ini seperti dihujani pengaruh berbagai jenis dan gaya musik yang kemudian menginspirasiku. Dan ini sebenarnya “jebakan’ saat aku mulai menulis musik untuk diriku sendiri. Karena aku menyukai beragam jenis musik, aku berpikir bagaimana memasukan semua ide jenis musik itu ke dalam musikku, musik yang mencerminkan diriku. Kemudian aku menemukan bagaimana menuangkan lirik lagu dari musisi rap. Jika kau mendengarkan J Cole, kau pasti mengerti maksudku. Kau pasti mengerti bagaimana ia mengungkapkannya lewat lirik lagu dan membawamu masuk ke dunianya. Aku ingin lewat musikku, dalam albumku nantinya, aku bisa membangun koneksi itu. Di sisi lain juga tetap terasa seperti lagu pop yang sedap untuk bergoyang.
Tumbuh besar di London juga banyak memberiku inspirasi dan pengaruh dalam hidupku. Ada banyak elemen dari London yang mempengaruhi gaya dan musikku. Aku bukan penggemar fanatik film, tapi aku menyukai film-film Quentin Tarantino. Aku cinta Kill Bill. Begitu dinamis. Ada beberapa adegan lucu, tapi juga ada pesan kekuatan, feminisme dalam film itu.

CD: Apa pendapatmu tentang Youtube dalam menunjang karirmu?

Dua Lipa: Youtube punya peran besar. Aku meski sebelumnya tak pernah merasakan dampak viral tapi Youtube merupakan salah satu sarana yang membuka jalanku ke dalam industri musik. Karena aku sendiri awalnya tak begitu tahu jalan untuk menembusi industri musik. Media sosial adalah salah satu alat untuk memulai karir bermusik saat ini. Aku dulu biasa memilih lagu yang paling kusukai, merekamnya, mengunggahnya di Youtube dan membagikannya lewat Facebook supaya teman-teman sekolahku dapan menyaksikan penampilanku, bahakan mungkin meyukainya, atau bekerja sama dengan musisi amatir lainnya. Meski kenyataannya perjalanan karir bermusik tiap musisi berbeda-beda. Ada yang memulai dari menulis lagu, ada yang berawal dari media sosial. Tidak ada yang sama persis. Sekarang jika ada yang bertanya kepadaku bagaimana memulai karir bermusik, aku akan menyarankan mereka untuk mulai menggunakan media sosial sebagai jendela untuk memperkenalkan musik mereka kepada dunia. Gunakan media sosial untuk maju, percayalah pada kemampuanmu, pada dirimu, kejar impianmu.



Usai sesi interview bersama media, Dua Lipa bersiap untuk tampil di showcase pertamanya di Indonesia. Bekerjasama dengan Spotify dan Joox, para fans Dua Lipa yang sudah berkumpul dapat menyaksikan secara langsung penampilan Dua Lipa secara akustik di kantor Warner Music Indonesia. Di acara showcase ini, Dua Lipa membawakan total 5 lagu, “Blow Your Mind”, “Thinkin’ ’bout you”, “New Love”, “Lost In Your Light”, dan ditutup dengan encore “Be The One”.

Buat kamu yang melewatkan kedatangan Dua Lipa kali ini, gak usah khawatir, karena Dua Lipa akan kembali mengunjungi Indonesia, lebih tepatnya tampil di acara We The Fest pada 11-13 Agustus mendatang. Jangan lupa juga download / streaming debut album “Dua Lipa” yang akan rilis 02 Juni mendatang!

Interview by : Timmy Malachi
Photo by Warner Music Indonesia

CD Collector | Music freaks

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 15, 2017 By

Clean Bandit Bawakan ‘New Rules’ Dua Lipa & Ajak Julia Michaels Di Acara Live Lounge BBC Radio 1

UK Top 100 Singles | August 27, 2017 By

UK Top 100 Singles – 26 Aug

Music News | August 23, 2017 By

Liam Payne, Rita Ora, The Vamps, Camila Cabello & Dua Lipa Akan Manggung Di Acara “Teen Awards 2017” BBC Radio 1