Quantcast

Menikmati Hujan Turun di Malam Bersejarah Bersama Liam Gallagher

By - 7 months ago in Concerts Review

Malam itu, hujan turun cukup deras membasahi kota Jakarta dan membuat suhu udara mendingin seada-adanya. Lalu lintas jalanan kota pun sempat terhambat karena tiap kendaraan menurunkan laju kecepatan, entah akibat padatnya mobil yang berada di jalur yang sama atau karena adanya genangan air di jalanan. Namun yang pasti kepadatan volume kendaraan terjadi di beberapa titik jalanan ibukota. Hal itu pun terjadi di daerah Jakarta Utara, tempat berlangsungnya sebuah konser yang sempat tertunda perhelatannya selama 6 bulan lamanya. Ya, tak lain dan tak bukan adalah konser Liam Gallagher yang diadakan di Ecovention, Ancol. Sebelumnya kita berikan ancung jempol buat promotor The Collective Touring dan Nada Promotama yang berhasil mengajak Liam Gallagher untuk menggelar konser perdananya di Indonesia.

Keriuhan sudah terjadi di luar venue sejak sore hari hingga beberapa saat sebelum konser itu dimulai. Ada antrian pembelian/penukaran tiket, antrian foto di beberapa spot yang sudah disediakan, antrian pembelian merchandise, ataupun senda gurau pertemuan orang-orang yang memang ingin menyaksikan langsung salah satu pentolan Oasis bernyanyi dihadapan mereka.

Tepat jam 9 malam WIB, akhirnya sosok yang dinantikan itu hadir juga di muka panggung. Untuk hentakan awal, Liam bersama band pengiringnya membawakan ‘Rock ‘n Roll Star’ dan ‘Morning Glory’ yang membuat penonton bergemuruh dan ikut bernyanyi bersama tanpa dikomandoi. Selanjutnya, pria kelahiran Manchester yang baru saja masuk nominasi Brit Award 2018 itu berturut –turut menyanyikan lagu dari album terakhirnya yang bertajuk ‘As You Were’ seperti ‘Greedy Soul’, ‘Wall of Glass’, ‘Paper Crown’, ‘Bold’ dan hits single dari album tersebut ‘For What It’s Worth’. Liam juga sempat membawakan satu lagu berjudul ‘Soul Love’, dimana lagu itu adalah salah satu lagu andalan nya bersama Beady Eye, band yang ia buat setelah Oasis resmi dibubarkan.

Adrenalin penonton kembali menanjak ketika Liam membawakan ‘Some Might Say’ dari album ‘What’s Story Morning Glory’ dan ‘Slide Away’ dari album ‘Definetely Maybe’ milik Oasis. Kedua lagu itu pula yang memicu dua orang penonton (secara bergantian) nekat untuk naik ke atas panggung memeluk Liam walau langsung diamankan oleh petugas keamanan panggung. Tapi aksi kedua penonton itu nyatanya diterima baik oleh Liam. Mungkin jika kejadian itu terjadi beberapa tahun lalu ketika ia masih bersama Oasis, ceritanya akan berbeda karena entah mengapa malam itu gesture Liam terlihat kalem dan tidak menunjukan attitude brutalnya seperti Liam yang dikenal selama ini. Faktor umur dan keletihan fisik menjalani tur mungkin akhirnya mempengaruhi Liam menjadi sosok yang kalem. Mungkin.

Aksi Liam malam itu pun berlanjut dengan kembali membawakan lagu dari project solo nya berjudul ‘Come Back to Me’ dan ‘You Better Run’ yang langsung diteruskan dengan membawakan kembali lagu Oasis berjudul ‘Be Here Now’ dan ‘Live Forever’ yang dibawakan secara akustik nan syahdu, ditambah pencahayaan lampu panggung yang dibuat redup dengan sorotan sinar remang-remang berwarna kuning. Dan lagu ‘Live Forever’ itu lah yang menjadi tanda Liam bersama band pengiringnya harus undur diri sejenak sebelum tampil kembali di atas panggung memberikan encore.

Sontak semua penonton yang hadir meneriakan mantra pemanggil artis yang sudah silam untuk muncul lagi ke atas panggung dan serempak mendendangkan potongan lagu ‘Champagne Supernova’ karena berharap Liam akan membawakan lagu tersebut sekembalinya ke atas panggung. Tapi keinginan penonton tak sejalan dengan kemauan Liam, karena ketika ia kembali ke panggung ia berkata tidak akan membawakan lagu tersebut pada malam itu. Namun, ia berjanji kelak dirinya kembali lagi ke Indonesia lagu itu akan dibawakan.

Sebagai gantinya, Liam membawakan lagu ‘Cigarettes & Alcohol’ serta salah satu lagu sakral Oasis yang tak lain dan tak bukan adalah ‘Wonderwall’ sehingga terjadilah koor berjamaah penonton ketika lagu itu dinyanyikan sebagai penutup konser bersejarah Liam Gallagher di Jakarta.

Setelah konser yang berdurasi satu setengah jam itu selesai, penonton dengan tertib keluar dari gedung pertunjukan. Hujan di luar pun sudah reda dan hanya meninggalkan bau tanah yang membuat keadaan menjadi tenang. Terlihat raut kepuasan dari masing-masing penonton yang hadir pada malam itu, namun di hati yang terdalam, mungkin para penonton mempunyai kesamaan perasaan ketika selesai menikmati penampilan Liam Gallagher, yaitu keinginan menyaksikan langsung aksi Oasis diatas panggung. Karena seperti yang tertulis di lirik lagu ‘Sunday Morning Call’, “and in your head do you feel what your not supposed to feel, and you take what you want but you don’t get it for free. You need more time because your thoughts and words won’t last forever more. But i’m not sure if it’ll ever work out right. But it’s ok it’s alright.”

Setlist:
Rock N Roll Star
Morning Glory
Greedy Soul
Wall of Glass
Paper Crown
Bold
For What It’s Worth
Soul Love
Some Might Say
Slide Away
Come Back To Me
You Better Run
Be Here Now
Live Forever
Cigarettes & Alcohol
Wonderwall

Teks by: Andrew Mahardika
Photo by: Budi Susanto

CD Collector | Music freaks

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | July 26, 2018 By

Festival Penuh Warna dan Tawa Ria di We The Fest 2018 Day 1

Concerts Review | By

James Bay Pukau Penonton We The Fest 2018 Dengan Kemeja Batik dan Lagu Andalannya

Music News | July 23, 2018 By

Liam Gallagher Inginkan Reuni Oasis Terjadi