Quantcast

Exclusive Interview: SEKAI NO OWARI Segera Rilis Album Baru

By - 3 months ago in Artist Interviews

Pada gelaran F1 Singapore beberapa waktu lalu, Creative Disc berkesempatan untuk berbicang-bincang dalam wawancara eksklusif dengan band Jepang yang namanya kian bersinar: Sekai no Owari, atau juga dikenal sebagai “End of The World”. Band yang terdiri dari empat orang anggota ini menjadi headliner di panggung Esplanade Outdoor Theater – F1 Singapore 2018. Fukase, Nakajin, Saori, dan DJ LOVE yang baru merilis sebuah single berjudul “Sleeping Beauty” bersama grup RnB Korea: Epic High, ingin menyapa penggemar mereka di Indonesia melalui wawancara eksklsif dengan Creative Disc. Berlokasi di Hotel J.W. Marriot Singapore, berikut hasil wawancara Creative Disc dengan Sekai no Owari. Yuk simak!

Hi guys, selamat datang di Singapore!

  1. Kenapa kalian menamai band dengan sebutan “End of The World”? Karena jujur saja nama tersebut terdengar sangat dark.
    Fukase:
    Ketika aku berusia 20, aku mengalami saat-saat terburuk dalam hidupku. Saat itu aku sangat depresi, bahkan sampai harus ditangani secara medis. Saat itu aku didiagnosa memiliki kelainan mental dan perlu menjalani perawatan khusus. Saat itu aku merasa aku telah kehilangan semuanya.
    Dan disaat itu lah ketika aku memutuskan untuk membuat sebuah band, kupikir aku akan memulainya dari nol, aku akan memulainya dari “end of the world”. Seperti itulah mengapa band ini dinamai End of The World.
  1. Siapa yang memutuskan atau memilih style kalian saat ini? Mulai dari fashion, gaya kalian saat perform, dan sebagainya.
    Nakajin: Di awal pembentukan band ini, Fukase mengajak temen-teman dekatnya yang suka bermain musik untuk membentuk band. Saat itu hanya ada Fukase, Saori dan aku. Kami memerlukan anggota lain untuk bermain drummer & bassist. Tapi kemudian hadir DJ LOVE yang bisa memproduksi berbagai jenis musik, termasuk bass dan drums yang kami butuhkan saat itu. Kami pikir, kehadiran DJ LOVE sudah menyempurnakan band ini tanpa harus mencari pemain bass dan drummer.
    Fukase: Memang banyak yang bertanya tentang bagaimana asal-usul topeng yang dipakai DJ LOVE. Ceritanya panjang sekali, tapi singkat cerita… inilah gayanya sekarang! Hahaha
  1. Kalian punya banyak variasi yang tidak biasa dalam memproduksi musik, seperti baroque pop, opera, dan lainnya. Apakah ada maksud tertentu kenapa kalian memilih genre tersebut?
    Nakajin:
    Basicly, aku, Saori, dan Fukase yang banyak menulis lagu dan masing-masing kari kami memiliki karakteristik yang unik. Sehingga ketika kami menggabungkan ide masing-masing menghasilkan perpaduan yang tidak biasa. Karena itulah kami mampu membawakan berbagai jenis genre musik dan menjadikannya ciri khas kami.
    Kami juga melakukan berbagai eksperimen dalam bermusik, seperti mencoba menghadirkan elemen-elemen dari berbagai genre yang berbeda, dan hal itu sebenarnya bisa memaksimalkan potensi music kami.
    Fukase: Tapi jika seseorang bertanya apa sebenarnya genre music dari Sekai no Owari, hmmm.. kami belum memutuskannya, hahaha
  1. Bisa kalian ceritakan tentang lagu terbaru kalian “Sleeping Beauty”? Apakah lagu ini bercerita tentang pengalaman pribadi kalian?
    Fukase: Kami punya lagu dengan serupa dalam Bahasa Jepang yang berjudul Nemurihime. Tidak ada hal khusus yang membuatku kembali menulis lagu dalam Bahasa Inggris lagi, dan lagu Sleeping Beauty ini awalnya tidak direncanakan.
    Namun hal special dalam pembuatan lagu ini adalah ketika kami melibatkan lebih banyak orang lebih dari biasanya. Kami berkolaborasi dengan Epic High dan mereka memberi banyak inspirasi bagi kami dalam bermusik.
  2. Beritahu kami 5 hal tentang kalian yang kebanyakan orang lain tidak ketahui!
  • Saori : Aku punya phobia terhadap benda-benda runcing, seperti jarum. Tapi selama aku tidak melihatnya, it’s fine! Karena aku juga suka terapi akupuntur, meski menggunakan jarum tapi kan jarumnya dipunggungku, jadi aku tidak melihatnya.
  • Fukase: Sekitar satu setangah tahun yang lalu, aku baru tahu kalau aku ternyata alergi kerang. Waktu itu sehabis makan kerang tiba-tiba muncul ruam-ruam aneh di sekitar bibirku.
  • DJ LOVE: Aku sangat emosional ketika menonton film Toy Story, dan jujur saja itu membuatku menangis.
  • Nakajin: Sama seperti Saori, aku juga punya phobia terhadap benda runcing. Bedanya aku lebih parah, misalnya ketika aku ditusuk jarum, saking ketakutannya tubuhku bisa benar-benar kaku dan bahkan tidak bisa merasakan tusukan jarumnya sama sekali seolah tubuhku menjadi mati rasa.
    Fukase: Satu hal lagi tentang band… hmm, kami akan segera merilis album!
    CD: Oh ya? Seberapa cepatkah ‘segera’ itu?
    Fukase: Tahun ini! Kira-kira menjelang akhir tahun, tunggu saja!

Interview by: Jehoo
Video by: Dundhee Yuwono
Thanks to:

Sony Music Indonesia
Sony Music Singapore

a weirdo, a dreamer, a freethinker. I'm on a diet but I'm not getting thinner.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review Reviews | September 18, 2018 By

F1 Singapore Tak Pernah Kecewakan Penontonnya

Music News | August 5, 2018 By

Epik High & End of the World Berkolaborasi Lintas Kultural Dalam ‘Sleeping Beauty’