Trending News

Blog Post

Album of The Day: Ladyhawke – Self Titled
Album of The Day

Album of The Day: Ladyhawke – Self Titled 

PhotobucketKalau dari Amerika ada Lady Gaga, maka dari negara tetangga New Zealand ada Ladyhawke. Meski warna musiknya sama, namun Ladyhawke memiliki musik yang layak untuk kita coba nikmati. Ladyhawke yang memiliki nama asli Phillipa Brown, memulai karir bermusiknya dengan mendirikan band Two Lane Blacktop di tempat asalnya Wellington. Setelah hijrah ke Melbourne, ia sempat bergabung bersama band bernama Teenager yang dibentuk oleh Nick Littlemore dari Empire Of The Sun. Brown sendiri memilih nama Ladyhawke karena terinspirasi tokoh Ladyhawke yang diperankan aktris Michelle Pfeiffer di film berjudul sama. Brown mengidentifikasikan dirinya sebagai wanita super dan ngepop yang menciptakan lagu-lagu yang radio-friendly dengan sekali gebrakan.

Bagaimana dengan warna musik yang diusungnya? Warna musik yang diusungnya memang bernuansa retro 80an, new wave. Album ini jika ditilik keseluruhan memang lebih terasa kental nuansa dance-nya. Sementara kalau kita menyimak perlahan tekstur musik Ladyhawke kita akan mendengarkan nuansa rock, punk, electro, dance dan power pop. Rasanya komposisi yang paling representatif untuk menikmati tekstur musik Ladyhawke adalah pada lagu ‘My Delirium’. Petikan gitar listrik serta gebukan drum yang repetitif diimbuhi dengan sentuhan synthesizer berpadu dengan interpretasi vokal Ladyhawke bergaya punk membuat single keempat dari album ini terdengar menonjol. Single inilah yang paling sukses di tangga lagu. Tak heran jika Christina Aguilera berniat menyertakan ‘My Delirium’ untuk album selanjutnya.

Bagaimana dengan komposisi lainnya? Ladyhawke akan menggoyang kita dengan ‘Paris is Burning’. Komposisi ‘Paris Is Burning’ kuat dengan beat-beat yang repetitive pada bagian baitnya, sementara pada bagian refrain-nya kental dengan nuansa pop dance. Sedikit mengingatkan pada kelompok musik ‘Bananarama’ yang popular di dekade 80-an. Komposisi ini sangat kupinggenic hingga membuat kita yang mendengar ingin turut bergoyang. Komposisi yang juga nikmat untuk bergoyang adalah track pertama pada album ini, sebuah komposisi berjudul ‘Magic’. “Magic’ meski sangat kental dengan nuansa retro dance 80an tetap terasa kontemporer dan relevan untuk dengaran musik saat ini. Dinamis sekaligus membuai.
Kalau kalian menggemari musik-musik retro 80-an, album selftitled ini harus masuk dalam jajaran koleksi.
(Timmy / CreativeDisc Contributor)

Track List:
1. Magic
2. Manipulating Woman
3. My Delirium
4. Better Than Sunday
5. Another Runaway
6. Love Don’t Live Here
7. Back of the Van
8. Paris Is Burning
9. Professional Suicide
10. Dusk Till Dawn
11. Crazy World
12. Morning Dreams

Related posts

Leave a Reply