Trending News

Blog Post

Concert Review: The Script Live in Sydney
Concerts Review

Concert Review: The Script Live in Sydney 

PhotobucketKonser dimulai tepat pada pukul 8 malam sesuai dengan yang telah dijadwalkan. Michael Paynter yang mendapat kehormatan sebagai opening act naik ke atas panggung dengan 3 orang additional player (drum, bass dan backing vocal). Michael Paynter merupakan seorang penyanyi pendatang baru asal Melbourne, Australia yang saat ini sedang naik daun dengan single terbarunya ‘Love The Fall’ dimana pada lagu ini Michael Panyter mengajak serta The Veronicas sebagai feature artist. Lagu ini mendapat banyak review positive dari para kritikus musik dan lagu inipun peak di posisi 19 ARIA charts sehingga tidak heran kalau Michael Paynter mendapat kehormatan untuk membuka konser The Script. Dengan mengusung lagu-lagu bertema rock, tentunya tidaklah susah bagi Michael Panyter untuk memanaskan suasana pada malam itu. Membawakan 3 lagu secara berurutan membuat penonton tidak berhenti untuk berjingkrak sepanjang lagu. Setelah lagu ke 3, Michael Paynter sempat berhenti sejenak untuk menyapa penonton dan langsung melanjutkan dengan lagu selanjutnya. Kualitas suara dari Michael Paynter tidaklah perlu diragukan bahkan media-media Australia sempat membandingkan suaranya dengan John Farnham. Michael Paynter tampil membawakan lagu-lagu dari album EPnya ‘Love The Fall’ seperti Are You Alive, Lay My Armour Down dan Novocaine. Tidak hanya pandai memainkan gitar, ternyata Michael Paynter juga piawai dalam bermain piano dan Ia sempat bermain piano di 2 lagu. Tepat pada lagu ke 7, Michael Paynter akhirnya memainkan hit single terbaiknya hingga saat ini ‘Love The Fall’ dan disambut dengan sorak sorai dari penonton,tanpa dikomadoi para penontonpun ikut bernyayi bersama Michael sepanjang lagu. Tampil total membawakan 9 lagu selama 45 menit, Michael Paynter berhasil membakar semangat penonton untuk bersiap-siap menyaksikan menu utama pada malam itu. Setelah mengucapkan terima kasih kepada semua penonton dan kepada The Script yang telah memberikannya kesempatan sebagai opening act mereka, Michael Paynterpun meninggalkan panggung.

Photobucket
Para crew membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk persiapan panggung The Script dan tepat pada pukul 9.10 akhirnya naiklah seoarang additional player The Script disusul oleh Glen Power dan berkumandanglah intro lagu ‘You Won’t Feel a Thing’ dari album ‘Science & Faith’. Selang beberapa lama naiklah Mark Sheehan dengan gitarnya dan disusul oleh Danny O’Donoghue disambut dengan sorak sorai dari penonton. Setelah selesai membawakan lagu pertama, Danny menyempatkan diri menyapa penonton dan langsung menggebrak dengan salah satu hit single mereka ‘Talk You Down’. Setelah membawakan ‘Talk You Down’, Mark sempat berkata mereka akan membawa kita kembali ke awal kemunculan mereka dan tentu saja lagu yang dimaksud adalah ‘We Cry’. Pada lagu ini terdengar kemampuan Danny bernyanyi semi-rap dan Danny juga sempat turun panggung untuk bernyanyi bersama penonton. Setelah ‘We Cry’ berturut-turut mereka membawakan ‘If You Ever Comeback’, ‘Before The Worst’ dan ‘The End Where I Begin’. Setelah itu mereka sempat berisitirahat sebentar dengan berinteraksi kepada penonton. Danny sempat berkata Ia sungguh takjub mendengar kami bernyanyi bersama di sepanjang lagu ‘If You Ever Comeback’ karena itu merupakan lagu baru mereka dan mereka tidak menyangka kalau kami sudah hafal dengan lagu tersebut. Setelah sempat bersenda gurau dengan kami, mereka melanjutkan dengan membawakan ‘ Science & Faith’. Sebelum mereka memainkan ‘The Man Who Can’t Be Moved’, Danny sempat bercerita bahwa ini merupakan lagu yang dulu Ia tulis di selembar tissue dan Ia sungguh tidak menyangka kalau lagu ini bisa membawa mereka melakukan tour keliling dunia. Lagu selanjutnya yang mereka bawakan adalah ‘I’m Yours’ dan pada lagu ini Danny memperlihatkan kebolehannya bermain gitar. Ya, Danny tidak hanya piawai bermain piano, tetapi Ia juga piawai bermian gitar dan yang lebih mengejutkan saya adalah pada lagu ini Glen Power yang notabene adalah seorang drummer berduet dengan Danny bermain gitar. Setelah ‘I’m Yours’, mereka berturut-turut menampilkan ‘Nothing’ dan ‘Rusty Halo’ lalu mereka pergi meninggalkan panggung. Para penonton yang terus menerus memanggil mereka untuk naik kembali ke atas panggung akhirnya disambut dengan naiknya Danny, Glen dan Mark. Tanpa basa basi, Danny langsung bernyanyi ‘For The First Time’ dan langsung disambut dengan meriah oleh penonton. Setelah ‘For The First Time’, Danny berkata lagu selanjutnya adalah lagu terakhir dari mereka dan Danny mewakili The Script mengucapkan terima kasih atas kehadiran kami pada malam itu. Bisa ditebak, lagu terakhir yang mereka bawakan adalah ‘Breakeven’. Saya bisa katakan stage act mereka sungguh menghibur dan mereka sangat menguasai panggung. Danny dan Mark tidak henti-hentinya berjalan ke kiri dan ke kanan di sepanjang lagu. Skill bermusik merekapun patut diacungi jempol dengan banyaknya improvisasi yang mereka lakukan terutama pada bagian awal lagu. Secara keseluruhan saya bisa katakan konser ini merupakan salah satu konser terbaik yang pernah saya kunjungi.

*note : Karena begitu banyaknya permintaan dari para fans yang tidak mendapatkan tiket maka The Script mengumumkan akan kembali ke Sydney pada bulan April 2011 dan kali ini mereka tidak hanya berkunjung ke Sydney dan Melbourne tetapi akan melakukan konser di kota-kota besar Australia lainnya.

Set List :
1. You Won’t Feel a Thing
2. Talk You Down
3. We Cry
4. If You Ever Comeback
5. Before The Worst
6. The End Where I Begin
7. Science & Faith
8. The Man Who Can’t Be Moved
9. I’m Yours
10. Nothing
11. Rusty Halo

Encore :
12. For The First Time
13. Breakeven

Foto2 lengkap bisa dilihat disini

Video :
Michael Paynter – Love The Fall
The Script – The End Where I Begin
The Script – Science & Faith
The Script – If You Ever Comeback
The Script – Breakeven
The Script – For The First Time

By William Supardi, Sydney – Australia

Related posts

Leave a Reply