Trending News

Blog Post

Behind The Music: Cory Rooney
Behind The Music

Behind The Music: Cory Rooney 

PhotobucketCory Rooney bisa dijadikan sosok yang sangat terampil dalam showbiz. Tidak hanya memiliki nama besar dalam mencipta dan memproduseri, tapi ternyata banyak lagi bidang seni yang dirambahnya. Cory yang lahir dan besar di Queens, New York, tepatnya pada sebuah kawasan yang bernama Jamaica, mengenal musik dari kedua orang tuanya yang memang mencari nafkah dari bidang tersebut. Herb Rooney dan Brenda Reid, orang tua Cory adalah anggota dari grup vokal The Exciters yang berkarir di tahun 60-an. Nama ini pernah manggung bareng The Beatles dalam rentang waktu itu. Sang ayah pun kemudian menjadi produser untuk lagu Isley Brothers yang berjudul ‘It’s Your Thing’ dan sang ibu membawa serta anak-anaknya, termasuk Cory untuk ikut dalam setiap kegiatan The Exciters. “I grew up around music and picked things up by ear.“, kenang Cory. Dari situ, kini dia dinamai oleh VH1 sebagai “the hottest producer/songwriter in the business” dan album yang diproduserinya sudah terjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia.

Memulai segalanya dari hal kecil yang berbuah besar. Cory mengerjakan dua buah album solo untuk anggota Fat Boys yang bernama Prince Markie Dee. Mereka berhasil menabalkan single ‘Typical Reasons/Swing My Way’ yang menududuki puncak Billboard Rap Single di era 90-an. Kesuksesan ini yang membuat Sony Music tertarik pada bakat Cory dan selanjutnya menawarkan kontrak rekaman padanya. Cory menolak tawaran tersebut, karena dia tidak ingin menjadi artis remakan, tapi lebih memilih sebagai produser rekaman. Mengapa tidak, Sony pun mempercayakannya untuk mempermak musik buat Mary J Blige dan Father MC. Kebolehannya ini disambut baik oleh bos-nya Sony, Tommy Mottola. Beliau kemudian mengangkatnya menjadi VP of A&R di Epic Records di tahun 1994. Dirinya bertahan disana selama 2 tahun dan melanjutkan karir pada posisi yang sama di Crave Records. Kerjanya bagus! Tidak hanya dalam memproduksi musik, tapi juga dalam hal kepemimpinan. Maka dari itu, Cory pun dipromosikan sebagai Senior VP di Sony Music Entertainment pada tahun 1998. Dan ketika Tommy membentuk Casablanca Records yanga dalah joint venture dengan Universal Music, Cory juga ditawari posisi eksekutif disini. “Tommy took me under his wing at Sony. He not only believed in my writing and producing, but felt I would make a great exec.”, terang Cory. Disini, dia juga dipercaya untuk mengerjakan lagu-lagu untuk Allure dan Mariah Carey.

Dalam waktu yang bersamaan, di akhir dekade 90-an, Cory mengerjakaan lagu-lagu untuk artis-artis Sony Music. Seperti debutan Marc Anthony dalam album bahasa Inggris. ‘I Need To Know’ yang berirama pop latin itu adalah hasil kreasi Cory dan Marc yang jempolan. Selain itu, Cory juga sebagai co-writer dan co-producer untuk lagu ‘You Sang To Me’, ‘No One’, dan ‘That’s Okay’ untuk album Marc.

PhotobucketDirinya pun ikut menjadi the man behind the success of Jennifer Lopez dalam dunia musik. Adalah lagu nomor 1 di Amerika Serikat, ‘If You Had My Love’, dimana Cory ikut menulis lagu tersebut. Dalam album “On the 6”, Cory juga ambil alih sebagai excecutive produsernya. One colabo to another. Album ‘J.Lo” berikutnya juga disokong oleh kemampuan Cory. ‘I’m Real’, ‘Ain’t It Funny’, dan ‘I’m Gonna Be Alright’ menambah daftar hit mereka. Dalam “This Is Me…Then” pun mereka menambah koleksi kerjasamanya. Dari ‘Jenny from The Block’, ‘I’m Glad’, ‘All I Have’, hingga “Baby I Love U!”. They’re solid as a rock! “Working with Jennifer brings out the most creative part of me. She’s got so many ideas. She keeps a big notebook filled with her concepts about music, plus titles and topics for lyrics. I call it her magic book.”, kata Cory tentang J.Lo. Ini masih berlanjut hingga album “Rebirth” dan “Brave”. Hanya kepindahan J.Lo dari Epic ke Def jam yang memutuskan tali silaturrahmi ini.

PhotobucketDalam beberapa album milik Jessica Simpson pun Cory muncul. ‘Sweet Kisses”, “Irresistible” dan “A Public Affair”. Menurut Jess, Cory adalah figur yang sangat menyenangkan dan sangat pengertian. Cory punya sense tersendiri untuk mengenali apa yang etrbaik bagi sang artis. Maka dari itu, enggak heran kalau hasil kerjanya bareng Destiny’s Child di ‘Independent Women, Pt. 1’ sukses besar! Dan dirinya juga sangat ahli menangani debutan, seperti Lindsay Lohan yang mulai bernyanyi serius lewat ‘Rumors’, juga debut Thalia di bahasa Inggris lewat ‘I Want You’. Seperti yang tertera di atas, kalau passion cory tak terbatas hanya pada musik, dirinya pun membuat gebrakan ke dunia pertelevisian. Sejumlah acara di MTV dan VH1 dikreasikannya sebagai bukti kecintaan akan dunia seni. Acara “The Shop” dan “Born to Diva” membuatnya semakin bertaji di showbiz. Tanpa berdiam diri, Cory membentuk perusahaannya sendiri yang bernama Cory Rooney Group yang bergerak di bidang pencarian bakat yang tidak hanya berfokus pada musik dan televisi, tapi juga fesyen dan dunia penerbitan! Impressive!

Official Website Cory Rooney

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Songwriting and production credits

* For Brie Larson
o Produced some tracks in her debut album, Finally Out Of P.E.

* For Jennifer Lopez
o “Ain’t It Funny”
o “I’m Real”
o “If You Had My Love”
o “Feelin’ So Good”
o “Play”
o “All I Have”
o “Jenny from the Block”
o “I’m Glad”
o “Alive”
o “Hold You Down”

* For Toni Braxton
o “Stupid” (co-wrote)

* For Lindsay Lohan
o “Rumors” (co-wrote)

* For Thalía
o “I Want You”

* For Destiny’s Child
o “Independent Women, Pt. 1” (co-wrote)

* For Mary J. Blige
o “Real Love” (co-wrote)

* For Marc Anthony
o “I Need To Know” (co-wrote)

* For Jessica Simpson
o “I Think I’m in Love with You”
o “Hot Like Fire”
o “What’s It Gonna Be”
o “His Eye Is On The Sparrow”
o “Swing With Me”
o “Fired Up” (co-wrote)
o “Between You & I” (co-wrote)
o “You Spin Me Round (Like a Record)”

Related posts

Leave a Reply