Trending News

Blog Post

Behind The Music: Jimmy Iovine
Behind The Music

Behind The Music: Jimmy Iovine 

Jimmy Lovine dan Timbaland
Kita bisa jadi kenalan dengan seorang Jimmy Iovine dari ajang American Idol tahun ini. Tapi buat penggemar berat Eminem pasti udah kenal dengan pria ganteng asal New York ini sejak zaman dahulu kala. Pasalnya, si Jimmy ini yang berjasa mengenalkan Em ke Dr. Dre sehingga bisa kontrak di label Aftermath. Sekarang, selain Eminem, udah semakin banyak saja artis yang sukses di bawah sayapnya. Maklumlah, dia kan bos besar Interscope-Geffen-A&M, perusahaan rekaman yang merupakan anak dari perusahaan inti Universal Music Group. Tapi apakah keberadaannya sebagai seorang produser musik memang langsung mencapai kesejahteraan demikian? Enggak dong. Untuk James Iovine, karir bermusiknya dimulai di pertengahan tahun 70-an, saat dirinya menjadi record engineer untuk nama-nama seperti The Raspberries, John Lennon, dan Bruce Springsteen. Setelah itu, beliau baru mulai menjadi produser musik untuk album-album dari U2, Stevie Nicks, Dire Straits, dan masih banyak lagi. Kalau dilihat-lihat dari dengan siapa dia bekerjasama, kita enggak nemu dimana karakter musiknya berada. Karena dia memang menguasai semua. Yang rock, country, pop, semuanya. Dan karya-karya musik pertamanya yang tersohor termasuk ‘Because The Night’ milik Patti Smith Group di tahun 1978 dan ‘Stop Draggin’ My Heart Around’ dari Stevie Nicks dan Tom Petty di tahun 1981. He’s one of the biggest music producers during that time.

Setelah berapa lama bergabung dengan Record Plant, akhirnya di tahun 1991 Jimmy mendirikan perusahaan rekamannya yang kemudian dikenal dengan nama Interscope Records. Disinilah pengerjaan album Gerardo ‘Mo’ Ritmo’ dirilis. Gerardo adalah rapper Latin 90-an yang debutnya di tahun 1991 itu digawangi oleh Interscope. Rap adalah fokus awal dari Interscope kala itu, dimana diketahui juga ada kontroversi dimana perusahaan rekamannya ini punya koneksi dengan label rap yang enggak tenar, Death Row. Tapi artis rekaman yang dikontrak sama Interscope enggak terbatas pada act yang nge-rap aja kog, buktinya mereka juga punya artis dengan berbagai latar belakang musik. Sebut saja No Doubt, Bush, dan The Wallflowers. Tak ketinggalan, Marilyn Manson yang memulai debut mereka sebagau artis rekaman di tahun 1994. Ketika di tahun 1999 Universal Music mengakuisisi PolyGram, saat itu Interscope mengalami perubahan menjadi Interscope-Geffen-A&M. Merger ini jelas menambah kebesaran nama label rekaman Jimmy, juga keterlibatannya. Dirinya diangkat menjadi bos besar Interscope-Geffen-A&M di tahun 2001, dan enggak lama kemudian dia menemukan Eminem, yang bisa disebut sebagai penemuan terbesar yang berhasil diraihnya hingga saat itu.

Jimmy Lovine dan Dr. Dre
Jimmy adalah orang yang menyerahkan demo tape Eminem ke Dr. Dre yang kemudian berhasil mengantarkan Em ke bagian terpenting dalam hidupnya: menjadi artis rekaman. DI bawah label Aftermath, masih anak perusahaan Universal Music, Em mulai menghasilkan album demi album rap yang enggak hanya laris di pasaran, tapi juga langganan award. Dan ketika Em menjajah ke dunia akting, saat itu juga Jimmy Iovine berada di sampingnya. Dirinya sebagai co-producer film “8 Mile” sekaligus menjadi produser untuk album soundtracknya. Sukses pun enggak terbendung, pasalnya dengan karya mereka di tahun 2004 ini, Grammy dan Oscar berhasil diraih. Dan PD dengan hasil pertama, film “Get Rich Or Die Trying” dari rapper 50 Cent pun melibatkan nama. Sejalan dengan produksi musik untuk Enrique Iglesias, Mary J Blige, dan artis-artis Interscope lain, Jimmy Iovine berada di puncak karirnya. Tapi ternyata puncak itu masih memiliki puncak yang lebih tinggi lagi. Pasalnya, mendekati akhir dekade 2000-an, Jimmy mengontrak seorang artis penuh sensasi dan kontroversi, yang kemudian menjadi salah satu artis rekaman tersukses masa kini. Dialah Lady Gaga. Artisnya yang satu ini diklaim sebagai artis yang menjual single digital terbanyak oleh RIIA sekaligus menjadikan single ‘Born This Way’ miliknya sebagai the fastest selling single di sejarah iTunes. Dan ini masih belum berhenti.

Di tahun 2011 ini, Jimmy menjadi mentor untuk ajang American Idol. Dimana dirinya dan tim produksi tampil di setiap pekan untuk memberi masukan terhadap apa yang hendak dinyanyikan oleh para finalis seklaigus melakukan proses rekaman di studio. Dan kalau kita sangat sering melihat penggunaan headphone canggih tanpa kabel yang bernama “Beats by Dr. Dre”, itu adalah produk yang dia ciptakan bersama Dr. Dre dan Cable Monster di tahun 2008. Kini, lebih dari 120 nama yang berada di bawah label Interscope-Geffen-A&M. Selain nama-nama yang udah disebut di atas, masih ada famous lainnya, seperti Black Eyed Peas (berikut Fergie dan will.i.am., Sheryl Crow, Orianthi, Diddy Dirty Money, All Time Low, Keane, Lifehouse, Sting, Papa Roach, The Pussycat Dolls (termasuk Nicole Scherzinger), dan masih banyak lagi. Maka enggak salah kalau kita bilang Jimmy Iovine is a powerful record executive!

Discography Jimmy Iovine

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply